-
Delapan warga Lebanon tewas akibat serangan Israel termasuk tiga petugas paramedis saat bertugas.
-
Militer Israel menghancurkan jaringan terowongan strategis Hezbollah sepanjang dua kilometer menggunakan ratusan ton peledak.
-
Gencatan senjata antara Israel dan Hezbollah semakin rapuh dengan meningkatnya korban sipil serta militer.
Di sisi lain, militer Israel melaporkan kematian seorang karyawan perusahaan rekayasa yang bekerja untuk Kementerian Pertahanan mereka di Lebanon.
Militer Israel kemudian mengeluarkan instruksi evakuasi darurat kepada penduduk di lebih dari selusin desa untuk segera bergerak ke arah utara.
Perintah tersebut mewajibkan warga meninggalkan hunian mereka "segera" dan berpindah menuju Distrik Sidon demi menghindari area operasi militer aktif.
Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki ambisi teritorial permanen atas wilayah kedaulatan negara tetangga tersebut.
Saar menyatakan Israel akan meninggalkan Lebanon selatan saat "Hezbollah dan organisasi teror lainnya... dilucuti."
Militer Israel mengklaim telah menemukan dan menghancurkan jaringan terowongan strategis milik kelompok Hezbollah di wilayah Qantara.
Jaringan bawah tanah tersebut membentang sejauh dua kilometer dan dilaporkan telah dibangun selama satu dekade terakhir dengan pendanaan besar.
Sebanyak 450 ton bahan peledak digunakan untuk menghancurkan fasilitas yang diklaim sebagai markas pasukan elite Radwan tersebut.
"Hari ini kami meledakkan terowongan teror Hezbollah yang sangat besar," ucap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dalam pernyataan persnya.
Baca Juga: Israel Bakar Rumah Warga Palestina di Jalud Nablus untuk Perluasan Pemukiman Ilegal
Menteri Pertahanan Israel Katz juga memberikan instruksi tegas untuk menghancurkan seluruh infrastruktur lawan yang ditemukan "seperti di Gaza."
Konflik terbuka antara Israel dan Hezbollah pecah secara masif sejak awal Maret lalu yang dipicu oleh ketegangan regional di Timur Tengah.
Hingga saat ini, data Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat total 2.534 orang tewas dan 7.863 lainnya terluka sejak perang meletus.
Peperangan ini telah memaksa lebih dari satu juta warga Lebanon mengungsi dan menimbulkan kerugian materiil hingga miliaran dolar Amerika Serikat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Wali Kota San Miguel Amatitlan Tewas Ditembak di Rumahnya Sendiri
-
Klaim Mobilnya Dipasang Alat Pelacak, Tiyo Ardianto Dikuliti Netizen: Beasiswa KIP, Mobil Fortuner?
-
Curanmor di Perumahan Bekasi Terungkap, Polisi Sita NMax dan Korek Api Berbentuk Pistol
-
Pati Viral Lagi! Anak Bakar Rumah Ortu Gara-gara Tak Diberi Uang Merantau
-
Boni Hargens: Tak Perlu Buat UU Baru, Kompolnas Telah Diperkuat UU Polri Hasil Revisi
-
Kesal Tak Diberi Uang, Pria di Pati Diduga Bakar Rumah Orang Tuanya Sendiri
-
Sopir Truk Penabrak Tokoh Pramuka Herman Resmi Jadi Tersangka, Ini Pengakuannya
-
Disemprot Doktor Ekonomi, Kritik Rieke 'Oneng' Soal Anggaran KemenHAM Dinilai Asal Bunyi
-
Hanya Kirim PDF Tanpa Balasan, Polres Jakpus Jelaskan Soal Aksi BEM UI Tak Ajukan Izin Resmi
-
3 Fakta Dugaan Korupsi MBG: Kejagung Geledah Enam Lokasi, DPR Minta Program Dihentikan