-
Mantan Direktur FBI James Comey didakwa atas dugaan ancaman terhadap Presiden Donald Trump.
-
Kasus berfokus pada foto kerang berkode 86 47 yang dianggap seruan pembunuhan.
-
Comey menegaskan dirinya tidak bersalah dan tetap mempercayai independensi sistem peradilan federal.
Percepatan kasus ini tidak lepas dari pergantian kepemimpinan di Departemen Kehakiman setelah pengunduran diri Jaksa Agung Pam Bondi.
Todd Blanche yang kini memimpin departemen tersebut dikenal sebagai sosok yang sangat agresif dalam mengeksekusi agenda-agenda hukum pemerintah.
Dalam sebuah konferensi pers, Blanche menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menoleransi segala bentuk perilaku yang mengarah pada ancaman.
“Meskipun kasus ini unik, dan dakwaan ini menonjol karena nama terdakwanya, dugaan perilakunya adalah jenis perilaku yang sama yang tidak akan pernah kami toleransi dan akan selalu kami selidiki,” kata Blanche.
Penegasan ini dianggap sebagai sinyal bahwa Departemen Kehakiman tidak akan pandang bulu terhadap lawan politik presiden.
James Comey sebenarnya telah menghapus unggahan tersebut segera setelah menyadari bahwa interpretasi publik mengarah pada narasi kekerasan.
Ia mengklaim pada saat itu bahwa dirinya tidak menyadari kaitan antara angka-angka tersebut dengan simbol-simbol ancaman fisik.
“Itu tidak pernah terpikir oleh saya tetapi saya menentang kekerasan dalam bentuk apa pun sehingga saya menghapus unggahan tersebut,” tulisnya saat melakukan klarifikasi.
Pakar hukum menilai jaksa akan kesulitan membuktikan bahwa Comey secara sadar dan sengaja merencanakan ancaman tersebut.
Baca Juga: FIFA Patok Biaya Parkir di Piala Dunia 2026: Satu Mobil Rp4 Juta di Miami
Standar pembuktian dalam kasus ancaman memerlukan bukti bahwa pelaku memang ingin membuat korban merasa ketakutan secara nyata.
Langkah hukum ini adalah upaya kedua pemerintah untuk memenjarakan Comey setelah kasus dugaan kebohongan kepada Kongres gagal di pengadilan.
Perseteruan ini berakar sejak tahun 2017 ketika Trump memecat Comey dari jabatan Direktur FBI karena investigasi terkait campur tangan Rusia.
Kini, selain James Comey, putrinya yang bernama Maurene juga sedang berjuang dalam gugatan hukum terkait pemecatannya dari Departemen Kehakiman.
Maurene menduga pemecatannya merupakan bentuk pembalasan politik hanya karena ia adalah anak dari sosok yang paling vokal mengkritik Trump.
Situasi ini menambah daftar panjang ketegangan antara keluarga Comey dengan sistem peradilan yang kini berada di bawah kendali penuh loyalis presiden.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo
-
Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya
-
Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik
-
Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema
-
Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
-
Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis
-
Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini
-
Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!