News / Internasional
Kamis, 30 April 2026 | 12:28 WIB
Selat Hormuz (Freepik)
Baca 10 detik
  • Donald Trump menggunakan blokade laut total untuk memaksa Iran menghentikan program senjata nuklir.

  • Militer Amerika Serikat menyiapkan rencana serangan infrastruktur jika diplomasi melalui blokade ekonomi gagal.

  • Iran mengancam akan melakukan aksi balasan militer yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap blokade.

"Pertanyaannya adalah apakah mereka akan bertindak cukup jauh atau tidak, saat ini tidak akan pernah ada kesepakatan kecuali mereka setuju bahwa tidak akan pernah ada senjata nuklir," kata Trump.

Pihak Teheran melalui media pemerintah memberikan sinyal perlawanan yang sangat serius terhadap kehadiran armada laut Amerika.

Sumber keamanan senior Iran menyatakan bahwa tindakan praktis yang belum pernah terjadi sebelumnya akan segera diambil sebagai balasan.

Militer Iran merasa telah cukup menahan diri untuk memberikan kesempatan bagi jalur diplomasi selama beberapa waktu terakhir.

Pihak Iran menegaskan bahwa kesabaran mereka memiliki batas dan respon penghukuman sedang disiapkan jika blokade tidak segera diangkat.

Ketegangan ini bermula dari tuntutan Amerika Serikat agar Iran menghentikan seluruh aktivitas pengayaan nuklir yang dianggap mengancam stabilitas global.

Pemerintah AS menggunakan kekuatan Angkatan Laut untuk menutup jalur ekonomi Iran sebagai bentuk sanksi fisik yang melampaui sekadar kebijakan di atas kertas.

Kondisi ini menempatkan kawasan Timur Tengah dalam status siaga tinggi mengingat kedua negara memiliki kesiapan militer yang saling berhadapan.

Baca Juga: UEA Keluar OPEC: Sinyal Kiamat 'Energi' atau Harga Minyak Dunia Turun?

Load More