-
Trump perintahkan Israel lakukan serangan militer terbatas di Lebanon untuk menjaga citra negara.
-
Gencatan senjata Lebanon terancam runtuh akibat provokasi Hezbollah dan serangan balasan Israel.
-
Amerika Serikat desak Israel menahan diri demi membuka ruang negosiasi damai tingkat tinggi.
Pemerintah Lebanon saat ini terjepit di antara tekanan Amerika Serikat untuk mengisolasi Hezbollah dan tuntutan rakyatnya sendiri.
Kehadiran militer Israel di wilayah selatan Lebanon justru dikhawatirkan akan memberi legitimasi baru bagi Hezbollah sebagai gerakan perlawanan.
Firas Maksad dari Eurasia Group menilai situasi ini sangat menyulitkan posisi tawar pemimpin Lebanon dalam menghadapi tuntutan Trump.
"Sulit untuk mengatakan 'tidak' kepada Presiden Trump dan mengambil risiko kemarahannya, namun juga semakin sulit untuk mempertahankan negosiasi langsung dengan Israel, apalagi bertemu Netanyahu di Gedung Putih, ketika penghancuran desa-desa dan hilangnya nyawa warga Lebanon terus berlanjut," kata Firas Maksad.
Kondisi politik di Beirut kian memanas setelah adanya saling tuduh pengkhianatan antara pemimpin Hezbollah dan Presiden Lebanon.
Krisis ini berakar dari ketegangan menahun antara Israel dan Hezbollah yang kembali memuncak sejak pecahnya konflik di Gaza.
Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump mencoba memediasi gencatan senjata untuk menstabilkan Timur Tengah.
Namun, pendudukan wilayah Lebanon Selatan dan serangan balasan lintas batas terus menjadi sandungan utama dalam mencapai perdamaian permanen.
Baca Juga: Palestina Ajukan Banding ke CAS Lawan Keputusan FIFA Terkait Klub Israel di Wilayah Pemukiman Ilegal
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
China Soroti Arogansi AS di Selat Hormuz, Beijing Minta Washington Akhiri Konflik
-
Rincian Aset Bandar Koko Erwin Senilai Rp15,3 M Disita Polisi: Gudang, Toko dan Deretan Mobil Hiace
-
Dahaga Menahun Berakhir, 295 Rumah di Semanan Kini Nikmati Air Bersih dari Waduk Aseni
-
Angka Putus Sekolah Tinggi, Pramono Buka Opsi Tambah Sekolah Gratis
-
Baleg DPR Dukung UU Pembatasan Uang Tunai, Dinilai Ampuh Tekan Politik Uang
-
Donald Trump Lanjut Blokade Selat Hormuz: Iran Tercekik Seperti Babi yang Dipanggang
-
Gus Ipul Bongkar Sosok Nurhayati, Aktivis Muslimat NU yang Gugur dalam Kecelakaan KRL
-
Apresiasi Praja IPDN, Wamendagri Bima: Latih Kepemimpinan Atasi Dinamika Pemerintahan
-
Kebakaran Apartemen Mediterania Diduga karena Korsleting Listrik, 5 Penghuni Dievakuasi ke RS
-
Uni Emirat Arab Keluar dari OPEC, Apa Plus Minusnya?