News / Internasional
Kamis, 30 April 2026 | 13:15 WIB
Rudal Iran (Tasnimnews)
Baca 10 detik
  • Donald Trump mempertahankan blokade laut Iran sebagai alat tekan utama untuk menghentikan program nuklir.

  • Militer Amerika Serikat telah menyiapkan rencana serangan infrastruktur jika negosiasi dengan Iran menemui jalan buntu.

  • Iran mengancam akan melakukan tindakan balasan militer yang tidak terduga jika blokade terus berlanjut.

Militer Iran menyatakan bahwa kesabaran dalam menunggu langkah diplomasi memiliki batas yang hampir habis saat ini.

"Pasukan bersenjata percaya bahwa kesabaran ada batasnya dan respons hukuman diperlukan," lanjut perwakilan militer Iran tersebut.

Trump sendiri mengklaim bahwa proses komunikasi masih berjalan dan pihak lawan telah menunjukkan banyak perubahan sikap.

Namun, ia menegaskan tidak akan ada pelonggaran sanksi selama ambisi senjata pemusnah massal tetap dipertahankan.

"Pertanyaannya adalah apakah mereka akan melangkah cukup jauh atau tidak. Saat ini tidak akan pernah ada kesepakatan kecuali mereka setuju bahwa tidak akan pernah ada senjata nuklir," kata Trump.

Konflik ini berakar dari upaya Amerika Serikat untuk merombak total kesepakatan nuklir yang dianggap tidak memadai.

Trump menggunakan kombinasi sanksi ekonomi berat dan blokade maritim untuk memutus pendapatan utama Iran dari sektor minyak.

Teheran merespons dengan mengancam stabilitas navigasi di Selat Hormuz, yang merupakan jalur energi vital dunia.

Hingga kini, kedua belah pihak masih terjebak dalam perang urat syaraf yang mengancam stabilitas keamanan di Timur Tengah.

Baca Juga: Pejabat Sepak Bola Iran Ditolak Masuk Kanada Jelang Kongres FIFA

Load More