-
Iran mendeklarasikan kemenangan atas Amerika Serikat dan membuka era baru di Selat Hormuz.
-
Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei menegaskan pengambilalihan kontrol keamanan perairan Teluk dari pihak asing.
-
Pemerintah Iran membantah kabar kritisnya kondisi kesehatan Mojtaba Khamenei akibat serangan rudal musuh.
Suara.com - Era baru kedaulatan di Teluk Persia dan Selat Hormuz resmi dimulai setelah Iran mengklaim kemenangan telak atas agresi militer Amerika Serikat.
Keberhasilan memukul mundur kekuatan asing ini menjadi titik balik penting bagi stabilitas keamanan maritim di wilayah Iran.
Iran kini bersiap mengambil alih kontrol penuh atas jalur perairan strategis guna memastikan kepentingan ekonomi negara-negara kawasan terlindungi.
Pernyataan ini menandai ketegasan Iran dalam mengakhiri intervensi pihak luar yang selama ini mendominasi jalur logistik dunia.
Langkah ini sekaligus merespons dinamika perang yang telah berkecamuk sejak akhir Februari lalu antara Iran dengan blok AS-Israel.
"Hari ini, dua bulan setelah pengerahan militer terbesar dan agresi oleh para kekuatan arogan dunia di kawasan, serta kegagalan memalukan Amerika Serikat dalam rencananya, sebuah babak baru tengah terbuka bagi Teluk Persia dan Selat Hormuz," kata Khamenei dikutip dari Tasnimnews, Jumat (1/5/2026).
Pemerintah Iran berkomitmen penuh untuk mensterilkan wilayah perairan mereka dari segala bentuk provokasi angkatan laut musuh.
Transformasi pengelolaan Selat Hormuz diproyeksikan bakal memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi kolektif di Timur Tengah.
Khamenei optimistis bahwa kendali mandiri atas wilayah tersebut akan menghadirkan ketenangan jangka panjang bagi seluruh negara tetangga.
Baca Juga: China Soroti Arogansi AS di Selat Hormuz, Beijing Minta Washington Akhiri Konflik
Visi ini menekankan bahwa masa depan keamanan regional harus berada di tangan bangsa-bangsa di sekitar Teluk itu sendiri.
Hingga saat ini, sosok Mojtaba Khamenei memang belum tampil secara fisik di hadapan publik sejak menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi.
Gaya kepemimpinannya yang lebih banyak memanfaatkan platform media sosial dan siaran resmi pemerintah memicu berbagai spekulasi global.
Intelijen Barat sempat meragukan kondisi kesehatan sang pemimpin dan mempertanyakan efektivitas komando tertinggi di dalam negeri.
Namun, otoritas Iran dengan tegas membantah isu yang menyebutkan bahwa Mojtaba berada dalam kondisi kritis akibat serangan udara.
Isu mengenai luka parah tersebut dianggap sebagai upaya disinformasi untuk menggoyahkan soliditas internal pemerintahan Iran pasca pergantian kekuasaan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Pelatih Indonesia All Stars Minta Pemain Jangan Minder Saat Tantang Aston Villa
-
Promo RI: Belanja Kebutuhan Harian di Farmers Market dan Pasarina Dapet Diskon Besar!
-
Raih Opini WTP BPK, Purbaya Klaim Jadi Bukti Fiskal Sehat
-
Mendiktisaintek Didesak Tindak Lanjuti Rekomendasi Irjen soal Dugaan Plagiasi Guru Besar Unsoed
-
Bayar Cicilan Kendaraan Pakai BRImo Bisa Dapat Cashback 10 Persen, Cek Syaratnya!
-
Bea Cukai Ungkap Penerimaan Negara dari Ekspor Sawit Pangkalan Bun Tembus Rp 1,74 Triliun
-
Sempat Sulitkan Timnas Indonesia, John Herdman Angkat Topi Buat Timor Leste
-
Investasi Rp1 Triliun, Jakarta Kembangkan Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi di Banten
-
Di Balik Kemenangan Gugatan MBG, Putusan MK Dinilai Sarat Kompromi Politik
-
Mahasiswa UGM Terangi Jalan Gelap Banyuwangi, Hadirkan Energi Bersih dan Ekonomi Sirkular