- Novita Meliana Pratiwi dan rekan pengemudi daring melakukan aksi di Monas saat Hari Buruh menuntut transparansi pendapatan.
- Skema potongan ganda oleh aplikator menyebabkan pendapatan bersih pengemudi ojek daring menyusut drastis hingga mencapai 40 persen.
- Para pengemudi mendesak pemerintah segera menetapkan regulasi batas atas potongan aplikasi agar tercipta iklim kerja yang adil.
Suara.com - Momentum Hari Buruh tahun ini menjadi panggung bagi para pekerja kemitraan untuk mengungkap fenomena erosi pendapatan akibat skema potongan algoritma yang kian mencekik. Salah satunya datang dari pengemudi ojol.
Novita Meliana Pratiwi, seorang pengemudi ojek daring asal Pademangan, Jakarta Utara, hadir di kawasan Monas, Jakarta Pusat untuk menyuarakan ketimpangan ekonomi yang dialaminya.
Bersama sepuluh rekan sejawatnya, ia menembus kemacetan ibu kota sejak pagi buta demi menuntut transparansi atas skema bagi hasil yang dianggap tidak lagi berkeadilan.
"Kurang lebih jam 8 pagi lah sampai ke sini, karena macet. Jadi kami ke sini semuanya pakai motor masing-masing," ungkap Novita.
Persoalan utama yang mencuat dalam aksi ini adalah praktik potongan ganda, yang membuat pendapatan bersih para pengemudi menyusut hingga angka 40 persen.
Kebijakan fitur layanan memaksa para mitra untuk menanggung beban biaya tambahan, hanya demi mendapatkan akses terhadap pesanan yang lebih banyak.
Struktur biaya yang ditetapkan aplikator mengharuskan pengemudi membayar biaya tetap per sepuluh pesanan, di luar potongan komisi reguler per transaksi.
Secara matematis, beban finansial ini menciptakan dilema bagi pengemudi yang terpaksa mengejar produktivitas tinggi namun dengan margin keuntungan yang semakin tipis.
"Satu sampai dua orderan dipotong Rp3ribu, tiga sampai empat dipotong Rp8.500, lima sampai enam dipotong Rp13.500, tujuh delapan sembilan itu dipotong Rp18 ribu, dan 10 orderan ke sananya itu kami mesti dipotong lagi Rp20 ribu. Jadi double potongannya dari kantor," keluh Novita.
Baca Juga: Getaran Sound Horeg dan Lautan Buruh Membelah Jantung Jakarta di May Day 2026
Realitas ekonomi ini terasa semakin membebani bagi Novita, yang memikul tanggung jawab sebagai orang tua tunggal sekaligus tulang punggung keluarga bagi anak-anaknya.
Biaya pendidikan anak di sekolah swasta menjadi variabel pengeluaran tetap yang harus dipenuhi, di tengah fluktuasi penghasilan harian yang tidak menentu.
"Ya saya ibu rumah tangga sekaligus bapak juga ya, karena kebetulan suami saya udah meninggal. Saya yang jadi tulang punggung lah buat anak-anak di rumah. Ada dua, paling kecil kelas 3 SD, yang kedua itu baru kelas 2 SMK. Yang SMK kebetulan sekolahnya di swasta," tutur Novita.
Selain aspek finansial, inefisiensi pada fitur proteksi dan filter penumpang perempuan juga dianggap sebagai kegagalan sistem dalam memberikan kenyamanan kerja bagi mitra perempuan.
Meskipun teknologi filter telah tersedia, kebocoran sistem masih sering terjadi sehingga pengemudi perempuan tetap menerima pesanan dari penumpang laki-laki yang bukan prioritas mereka.
"Jadi kayaknya nggak efisien gitu," kata Novita.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Heboh Lagi, Ahmad Dhani Klaim Punya Bukti Perselingkuhan Maia Estianty dengan Petinggi Stasiun TV
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Ekonomi Aceh Tamiang Mulai Bangkit, Aktivitas Pasar Kembali Ramai
-
May Day di DPR Kondusif: Massa Gebrak dan Kasbi Bubar Jalan, Pasukan Oranye Sisir Sampah Sisa Aksi
-
Singgung Aparat Belum Paham KUHAP Baru! Habiburokhman Siap Jadi Penjamin Aktivis Buruh yang Ditahan
-
Bawa Sejarah Kaum Nabi Luth, Amien Rais Desak Prabowo Jauhi dan Pecat Teddy Indra Wijaya
-
Tempati Huntara, Warga Lubuk Sidup Kembali Menata Harapan dan Kehidupan Pasca Bencana
-
Sisi Lain May Day 2026: Massa Gelar Pertandingan Bola Plastik di Depan Gedung DPR
-
Kuliah Umum di USU, Wamendagri Tekankan Pentingnya Ideologi & Strategi dalam Kepemimpinan Daerah
-
Kasbi Ungkap Ada Intimidasi dan Doxing Usai Sampaikan Seruan Aksi May Day
-
Nyawa di Ujung Rel: 1.089 Perlintasan Liar Masih Mengintai Keselamatan Publik
-
Tak Mau Ikut May Day Fiesta, KASBI Desak DPR Buat Kebijakan Pro Buruh