News / Nasional
Jum'at, 01 Mei 2026 | 12:24 WIB
Novita Meliana Pratiwi, pengemudi ojek daring asal Pademangan, Jakarta Utara. (Suara.com/Adiyoga)
Baca 10 detik
  • Novita Meliana Pratiwi dan rekan pengemudi daring melakukan aksi di Monas saat Hari Buruh menuntut transparansi pendapatan.
  • Skema potongan ganda oleh aplikator menyebabkan pendapatan bersih pengemudi ojek daring menyusut drastis hingga mencapai 40 persen.
  • Para pengemudi mendesak pemerintah segera menetapkan regulasi batas atas potongan aplikasi agar tercipta iklim kerja yang adil.

Mewakili rekan-rekannya, Novita berharap pemerintah segera mengintervensi regulasi batas atas potongan aplikasi, agar tercipta iklim kerja ekonomi digital yang lebih manusiawi dan berkelanjutan.

"Ya semoga bisa terkabul lah, kayak macam dihilangkan biaya Grab hemat. Jadi driver nggak harus bayar lagi untuk dapat lebih banyak orderan gitu. Terus potongan juga kalau bisa memang benar-benar diturunkan hanya 10 persen," harapnya. 

Load More