- Pakar hukum UGM, Nabiyla Risfa Izzati, menilai Undang-Undang Cipta Kerja menyebabkan perlindungan buruh di Indonesia menjadi semakin rentan.
- Deregulasi ketenagakerjaan memicu ketidakpastian kerja serta melemahkan posisi tawar pekerja saat berhadapan dengan pengusaha di pasar kerja.
- Kurangnya lapangan kerja berkualitas dan pengawasan pemerintah memperburuk kondisi eksploitasi serta ketidakpastian karier bagi para pekerja Indonesia.
"Jadi memang semua itu ada permasalahannya. Dari sisi regulasi ada permasalahannya, pengawasan dan pelaksanaan juga ada permasalahannya, dan dari sisi pasar kerja juga memang ada permasalahan industrialisasi yang kita alami," ungkapnya.
Karena itu, Nabiyla bilang penciptaan lapangan kerja yang berkualitas harus menjadi fokus utama pemerintah. Tanpa itu, perlindungan hukum di atas kertas tidak akan cukup untuk mengangkat posisi tawar pekerja di Indonesia.
"Itulah kenapa setiap kali kita ada pemimpin baru kan selalu yang didorong adalah bagaimana caranya agar ada penciptaan lapangan kerja yang berkualitas, karena mau seperti apapun aturan ketenagakerjaannya, ketika pasar kerjanya tidak ada maka ya dia tidak akan dia mau kerja di mana," tandasnya.
Berita Terkait
-
UMP Naik Tiap Tahun, Kenapa Buruh Makin Tertekan Biaya Hidup?
-
Dasco: Pemerintah Akan Ambilalih 'Perusahan Sakit' agar Tak Ada PHK Buruh
-
Sentil 'Akal-akalan' Aplikator, Driver Ojol: Potongan Terasa 30 Persen, Berharap pada Perpres Baru
-
May Day Vibes: Kerja Jalan, Harga Naik, Pekerja Perempuan Makin Overthinking
-
Katanya Kota Industri, Gaji Buruh Cilacap di Bawah UMK
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Sepatu Lari Diadora Diskon 50 Persen di Sports Station, Harga Jadi Rp200 Ribuan
- 5 Cushion Matte untuk Menutupi Bekas Jerawat dan Noda Hitam, Harga Terjangkau
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Riset Ungkap Hanya Jakarta yang Mampu Kejar Kenaikan Biaya Hidup, Daerah Lain?
-
Tepis Salah Paham Ekonomi Prabowo, Fahri Hamzah: SDA Harus Dikuasai Negara, Bukan Korporasi
-
Astronot Artemis II Bongkar Kenapa Makanan Terasa Hambar di Luar Angkasa
-
PM Spanyol Tantang Benjamin Netanyahu: Bebaskan Warga Kami yang Diculik Tentara Israel
-
Tanpa Restu Kongres, Trump Jual Paket Senjata Rp138 Triliun ke Israel dan Negara Arab
-
Resmi! 13 Taman Nasional akan Diubah Jadi Kawasan Konservasi Dunia, Ini Daftarnya
-
Misteri Rumah Berhantu Mulai Terkuak, Ilmuwan Temukan Pemicu Tak Kasat Mata
-
Sentilan DPR di Hardiknas 2026: Jangan Sampai Pendidikan Berkualitas Hanya Milik Orang Kota
-
AS Bayar AI Rp1,6 Triliun untuk Berburu Ranjau Iran di Selat Hormuz
-
Banjir dan Longsor Terjang Brasil, Enam Tewas Ribuan Orang Kehilangan Tempat Tinggal