-
Kafe mewah di Gaza menjadi simbol ketimpangan sosial ekstrem di tengah kehancuran perang.
-
Kelompok kaya baru muncul dari aktivitas ilegal seperti penyelundupan dan penimbunan barang langka.
-
Mayoritas warga Gaza hidup dalam kemiskinan tanpa akses pendidikan dan kesehatan yang layak.
Suara.com - Munculnya deretan kafe eksklusif di tengah puing bangunan Gaza yang hancur menjadi simbol nyata kehancuran tatanan sosial masyarakat Palestina.
Pemandangan kontras ini bukan menunjukkan kembalinya stabilitas wilayah, melainkan mempertegas anomali kehidupan di bawah bayang-bayang genosida yang berkelanjutan.
Berdasarkan cerita dari Seorang penulis Timur Tengah, Eman Abu Zayed di Al Jazeera, gemerlap lampu dan fasad kaca mewah tersebut justru menjadi bukti adanya jurang kemiskinan yang semakin dalam di wilayah konflik tersebut.
Kehadiran tempat hiburan mahal ini dipicu oleh munculnya kelompok kaya baru yang mengeruk keuntungan dari situasi darurat.
Kekayaan tersebut disinyalir bersumber dari aktivitas ilegal seperti penyelundupan barang, penjarahan, hingga penimbunan stok logistik yang langka.
Kondisi ini menciptakan struktur kelas sosial yang sangat tidak adil di mana sebagian kecil pihak berpesta di atas penderitaan massa.
"Tempat-tempat baru ini tidak membuktikan bahwa normalitas kembali ke Gaza. Mereka adalah bukti keganjilan genosida yang terus berlanjut," ungkap Eman Abu Zayed dalam laporan tersebut.
Sementara segelintir orang menikmati kemewahan, jutaan warga Gaza lainnya terpaksa bertahan hidup di tenda-tenda darurat tanpa listrik.
Mayoritas penduduk kini kehilangan kemampuan finansial untuk sekadar membeli minuman atau makanan di kafe-kafe baru tersebut.
Baca Juga: Muka Malu Infantino! Pencitraan di Panggung FIFA Ditolak Mentah-mentah Palestina
Layanan kesehatan, pendidikan, dan air bersih yang layak telah sirna bagi sebagian besar warga yang terdampak langsung agresi.
"Genosida tidak hanya membunuh dan melukai orang serta menghancurkan rumah dan sekolah; ia melenyapkan prospek kehidupan normal bagi sebagian besar orang di Gaza," jelasnya.
Harga pangan di restoran yang masih bertahan pun melonjak hingga tiga kali lipat dibandingkan masa sebelum pecahnya konflik.
Satu porsi makanan sederhana kini dibanderol dengan harga yang setara dengan modal bertahan hidup satu keluarga selama beberapa hari.
Bagi warga biasa, mengeluarkan uang untuk makan di luar saat ini mendatangkan perasaan bersalah yang sangat mendalam.
"Tagihan restoran tersebut, bersama dengan ongkos yang saya bayar untuk tumpangan bersama ke Kota Gaza, menghabiskan banyak uang saya. Saya merasa bersalah menghabiskan semua uang ini untuk menikmati sekilas normalitas," tuturnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
Soroti Pernyataan Amien Rais, Pigai: Kebebasan Berpendapat Ada Batasnya
-
Apa Bedanya Sekolah Rakyat dan Sekolah Biasa? Heboh Anggaran Sepatu Rp700 Ribu Sepasang
-
Kasus Dokter Magang Meninggal di Jambi Disorot, Polisi Tunggu Hasil Audit Kemenkes
-
Prabowo Dorong Kampus Turun Tangan, Jadi 'Asisten' Pemda Tangani Masalah Daerah lewat Program ASRI
-
Mendagri Saksikan Penandatanganan Kerja Sama Danantara-Pemprov DKI Jakarta Percepat Pembangunan PSEL
-
Masih Bekerja Tapi Ingin Cairkan JHT? Ini Syarat Berkas Pencairan BPJS Ketenagakerjaan
-
Sejumlah Wilayah Jakarta Dikepung Banjir Buntut Hujan Deras yang Mengguyur Sejak Sore Hari
-
DKBN Batal Dibentuk, Pemerintah Bentuk Satgas PHK Dipimpin Menteri Senior
-
Viral Buruh Teriak Tidak Soal Makan Bergizi Gratis, Ini Penjelasan Lengkap KSPSI
-
Jakarta Darurat Sampah: Pemprov DKI Percepat Pembangunan PSEL untuk Kurangi Beban Bantargebang