News / Nasional
Senin, 04 Mei 2026 | 16:37 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto. (Suara.com/Yasir)
Baca 10 detik
  • Polda Metro Jaya menjadwalkan ulang pemeriksaan bos taksi Green SM dan petugas terkait kasus kecelakaan di Bekasi Timur.
  • Kasus kecelakaan maut yang melibatkan taksi, KRL, dan KA Argo Bromo Anggrek kini telah masuk tahap penyidikan.
  • Insiden pada 27 April 2026 di Stasiun Bekasi Timur tersebut menyebabkan 16 orang meninggal dan 90 lainnya terluka.

Suara.com - Polda Metro Jaya menunda pemeriksaan terhadap bos taksi Green SM dalam kasus kecelakaan maut KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur. Agenda pemeriksaan dijadwalkan ulang pada Selasa (5/5/2026).

"Ditunda sampai hari Selasa, 5 Mei 2026," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, Senin (4/5/2026).

Tak hanya itu, pemeriksaan terhadap petugas pengawas, petugas sinyal, dan telekomunikasi juga ikut dijadwal ulang dan akan digelar pada Jumat (8/5/2026).

Meski demikian, sejumlah pihak lain tetap memenuhi panggilan penyidik.

Perwakilan Dinas Bina Marga Kota Bekasi, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Tata Ruang, serta Direktorat Jenderal Perhubungan Darat telah menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya.

Sementara itu, sopir taksi Green SM diperiksa terpisah di Polres Metro Bekasi Kota bersama saksi lain di lokasi kejadian.

"Sudah hadir dan dalam proses pemeriksaan di Polres Metro Bekasi Kota, sopir taksi dan saksi palang pintu," jelas Budi.

Polisi juga menggandeng tim laboratorium forensik untuk memperkuat pembuktian.

Taksi listrik hijau VinFast Xanh SM diduga jadi pemicu awal tragedi tabrakan beruntun KRL-KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur. (X/@iPopBase)

Naik Penyidikan

Baca Juga: Viral Sopir Angkot di Grogol Ketahuan Onani di Dalam Mobil, Langsung Kabur Usai Dipergoki Warga

Kasus kecelakaan ini telah naik ke tahap penyidikan setelah ditemukan unsur pidana dalam gelar perkara. Penyidik kini berupaya mengurai rangkaian peristiwa yang menyebabkan kecelakaan beruntun tersebut.

Kecelakaan ini diketahui bermula saat taksi listrik berhenti di perlintasan sebidang dan tertabrak KRL. Tak lama kemudian, KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL yang tertahan di Stasiun Bekasi Timur.

Insiden yang terjadi pada Senin (27/4/2026) pukul 20.52 WIB itu mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan 90 orang lainnya luka-luka.

Load More