-
Donald Trump resmi memberlakukan tarif 25 persen bagi kendaraan komersial asal Uni Eropa pekan ini.
-
Friedrich Merz mendesak Uni Eropa segera menandatangani kesepakatan dagang demi menghindari ancaman krisis ekonomi.
-
Agenda diplomasi pada KTT G7 dan NATO menjadi kunci penyelesaian sengketa tarif otomotif global.
Suara.com - Kanselir Jerman Friedrich Merz menilai kebijakan tarif impor terbaru Donald Trump merupakan serangan strategis bagi stabilitas ekonomi Eropa.
Pemberlakuan bea masuk sebesar 25 persen untuk unit mobil dan truk asal Uni Eropa dijadwalkan mulai berlaku pekan ini.
Langkah drastis ini dipicu oleh kegagalan blok Eropa dalam memenuhi komitmen perdagangan yang telah disepakati sebelumnya dengan Amerika Serikat.
Friedrich Merz melihat tindakan Washington sebagai bentuk kejenuhan atas birokrasi Uni Eropa yang terus menambah syarat baru dalam perjanjian.
Kanselir menekankan pentingnya respons cepat agar ancaman tarif otomotif ini tidak melumpuhkan sektor manufaktur unggulan di wilayah tersebut.
“Ia (Trump) ingin memberikan pukulan kepada seluruh Eropa,” kata Merz dalam wawancara dengan stasiun penyiaran ARD.
Meskipun situasi memanas, Merz memilih untuk bersikap tenang dan mencoba memahami perspektif yang melandasi kebijakan keras Trump tersebut.
Keterlambatan Uni Eropa dalam meratifikasi kesepakatan bea cukai sejak Agustus tahun lalu menjadi alasan utama hilangnya kesabaran pihak Gedung Putih.
“Saya rasa kira ia mulai kehilangan kesabaran, karena kami telah mencapai kesepakatan bea cukai dengan Amerika pada Agustus tahun lalu,” ujar Merz.
Baca Juga: Gubernur Pramono Anung Lepas 561 Alumni SMK Jakarta Bekerja ke Jerman hingga Jepang
Posisi Amerika Serikat sebenarnya sudah siap untuk beralih ke fase baru, namun hambatan regulasi di internal Eropa menghambat proses finalisasi.
“Pihak Amerika sudah siap, tetapi pihak Eropa belum, dan saya berharap kita dapat mencapai kesepakatan secepatnya,” lanjutnya.
Friedrich Merz berencana memanfaatkan agenda global tahun ini untuk melakukan negosiasi tatap muka secara intensif dengan Donald Trump.
Pertemuan G7 di Prancis pada Juni mendatang diproyeksikan menjadi panggung krusial untuk meredakan ketegangan dagang yang melibatkan sektor transportasi.
Selain itu, KTT NATO di Turki pada bulan Juli akan menjadi momentum tambahan untuk memperkuat kerja sama transatlantik yang sedang retak.
Perselisihan ini merupakan kelanjutan dari sejarah panjang ketegangan ekspor baja dan aluminium yang sebelumnya sempat mereda secara parsial.
Konflik dagang antara Amerika Serikat dan Uni Eropa kembali memuncak setelah sempat terjadi saling balas tarif di masa lalu.
Sektor otomotif menjadi titik paling sensitif karena dampaknya yang sangat besar terhadap lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi di Jerman serta negara anggota Uni Eropa lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
Terkini
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Harga Minyak Dunia Turun, Pemerintah Jelaskan Alasan Pertamax Belum Ikut Murah
-
Sony Sonjaya Ungkap Peran Nanik S Deyang Dalam Perkara Dugaan Korupsi MBG
-
Sony Sonjaya 'Bernyanyi', Dugaan Pengadaan CCTV Rp300 Miliar Muncul di Kasus MBG
-
Jadi Korban Hanania Grup, Uang Muka Haji Plus Davina Karamoy 10.000 USD Terancam Hangus
-
Kursi Dirut PLN Digoyang Isu Reshuffle, Danantara Beri Sinyal RUPSLB Digelar!
-
Hotel Sultan Dieksekusi, Dasco Minta Kemensetneg Akomodir Nasib Para Karyawan
-
KPK Tegaskan Tak Hentikan Penyelidikan Kasus MBG Meski Kejagung Sudah Tetapkan Tersangka
-
Usai 10 Jam Diperiksa, Sony Sonjaya Keluar dengan Kepala Tegak Tanpa Sepatah Kata
-
Direksi Baru BEI Langsung Temui DPR, Reformasi Pasar Modal dan Integritas Jadi Prioritas