- Menteri Sosial mengklarifikasi bahwa anggaran Rp27 miliar untuk pengadaan sepatu siswa Sekolah Rakyat belum bersifat final.
- Sekolah Rakyat menyediakan pendidikan gratis serta fasilitas asrama lengkap bagi siswa dari keluarga ekonomi sangat rendah.
- Berbeda dengan sekolah formal, Sekolah Rakyat menerapkan kurikulum fleksibel dengan sistem multi-entry untuk mendukung kemandirian siswa miskin.
Di sisi lain, fasilitas sekolah biasa sangat bervariasi. Banyak sekolah negeri atau swasta yang masih bergantung pada anggaran daerah atau bantuan masyarakat, sehingga kualitas fasilitas tidak merata.
5. Tujuan pendidikan
Sekolah Rakyat memiliki visi yang lebih spesifik, yakni mencetak agen perubahan dari keluarga miskin. Pendidikan diarahkan untuk membangun kemandirian, kepemimpinan, dan ketangguhan agar siswa mampu keluar dari lingkaran kemiskinan.
Sementara itu, sekolah biasa cenderung fokus pada pencapaian akademik dan kelanjutan ke jenjang pendidikan berikutnya. Aspek pemberdayaan ekonomi keluarga tidak menjadi fokus utama.
6. Seleksi siswa dan guru
Proses seleksi di Sekolah Rakyat tergolong ketat dan berlapis. Siswa harus melalui verifikasi kondisi ekonomi, tes akademik, psikotes, pemeriksaan kesehatan, hingga pengukuran kemampuan kognitif.
Guru yang mengajar juga direkrut secara khusus melalui koordinasi Badan Kepegawaian Negara dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Ini berbeda dengan sekolah biasa yang umumnya hanya menerapkan seleksi akademik sederhana atau sistem zonasi bagi siswa.
7. Pendanaan dan pengelolaan
Sekolah Rakyat sepenuhnya didanai negara dan dikelola lintas kementerian, dengan Kementerian Sosial sebagai koordinator utama. Model ini menempatkan pendidikan sebagai bagian dari intervensi sosial yang terintegrasi.
Baca Juga: Viral Anggaran Sepatu Sekolah Rakyat Diduga Rp 700 Ribu per Pasang, KPK Lakukan Kajian
Sebaliknya, sekolah biasa dikelola oleh pemerintah daerah melalui dinas pendidikan atau oleh yayasan swasta. Sumber pendanaannya pun beragam, mulai dari APBD, bantuan pusat, hingga kontribusi orang tua.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat
-
Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan
-
Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai
-
Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi