- Said Abdullah mengkritik Amien Rais karena menyinggung hubungan pribadi Presiden Prabowo dengan Teddy Wijaya di ruang publik.
- Pernyataan tersebut disampaikan Said di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Senin (4/5/2026) karena dianggap melanggar etika berpendapat.
- Said menyarankan Amien Rais meminta maaf sebagai bentuk sikap negarawan agar informasi pribadi tidak menjadi sampah publik.
Suara.com - Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP), Said Abdullah, mengkritik pernyataan Amien Rais yang menyinggung hubungan Presiden Prabowo Subianto dengan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Ia menilai, membawa isu pribadi ke ruang publik melanggar etika.
Said bahkan mengaku terkejut dengan narasi yang disampaikan Amien Rais. Menurutnya, ranah privat tidak semestinya dijadikan bahan diskursus publik.
"Saya kaget juga pernyataan Pak Amien Rais, sebagai bagian dari tokoh yang kita kenang. Dari sisi etik, kita ini kan sebenarnya kan tidak boleh," ujar Said di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (4/5/2026).
Terkait kemungkinan adanya laporan hukum atas pernyataan Amien Rais tersebut, Said menilai hal itu bisa menjadi pembelajaran agar para tokoh lebih berhati-hati saat menyampaikan pendapat yang menyasar pribadi.
"Kalau gua, lebih elegan ya seperti itu, supaya ini bagian dari katakanlah contoh agar di antara kita itu tidak mudah memberikan statement, judgment, kepada pribadi-pribadi. Kami, kami sangat menjaga kalau urusan ruang-ruang private," katanya..
Said juga mendukung langkah penurunan video yang memuat pernyataan tersebut. Ia menegaskan, konten yang mengeksploitasi ranah pribadi pejabat publik tidak memberikan manfaat.
"Karena itu, apa ya, ya menjadi sampah informasi publik saja," tegasnya.
Lebih lanjut, Said menyarankan agar Amien Rais tidak ragu menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kekeliruan. Menurutnya, langkah tersebut justru mencerminkan sikap seorang negarawan.
"Sebagai tokoh bangsa, benar dan salah, menyampaikan hal-hal yang baik, atau tiba-tiba slip lidah atau katakanlah alpa, kemudian meminta maaf, itu tidak akan menurunkan derajat ketokohan seseorang," pungkasnya.
Baca Juga: PDIP Dorong Dialog Terbuka Tentukan Ambang Batas Parlemen di RUU Pemilu
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Dari Contekan ke Korupsi: Benang Merah yang Sering Kita Abaikan
-
Menginap Hanya Berjarak 6 Menit dari Pakansari, Vietnam Panaskan Atmosfer Jelang Lawan Indonesia
-
Pemutihan dan Keringanan Pajak Jawa Timur Khusus Agustus 2026, Cek Syaratnya
-
John Herdman Bongkar Peran Vital Tom Haye Jelang Duel Panas Indonesia vs Vietnam
-
Rezeki Melimpah! Ini 5 Shio Paling Beruntung Sepanjang Agustus 2026
-
Review Drama Kingdom, Melawan Teror Zombi di Tengah Intrik Politik Joseon
-
Update Harga Emas Antam Hari Ini: Stabil di Level Rp2.603.000 per Gram
-
5 Zodiak Paling Beruntung Hari Ini 3 Agustus 2026: Peluang Dapat Sumber Uang Baru
-
Cha Eun Woo Ajukan Banding atas Ketetapan Pajak, Agensi Beri Tanggapan
-
Timnas Indonesia vs Vietnam, Rizky Ridho: Kunci Bisa Menang Jangan Mau Diprovokasi