- Kementerian Luar Negeri RI menyatakan kapal tanker Iran 'HUGE' tidak melanggar hukum internasional saat melintasi perairan Selat Lombok.
- Kapal tanker pengangkut minyak mentah milik NITC tersebut dilaporkan berhasil menghindari blokade militer Amerika Serikat menuju Kepulauan Riau.
- Pemerintah Indonesia terus memantau pergerakan kapal tersebut untuk memastikan kepatuhan terhadap aturan navigasi sesuai konvensi UNCLOS 1982.
Laporan dari TankerTrackers pada Minggu (3/5/2026) mengungkapkan fakta yang cukup mengejutkan.
Kapal raksasa ini dikabarkan berhasil menghindari blokade militer Angkatan Laut AS sebelum akhirnya memasuki wilayah Asia Tenggara.
“Lapal tanker super VLCC kepunyaan National Iranian Tanker Company (NITC) yang membawa lebih dari 1,9 juta barrel minyak mentah, berhasil menghindari Angkatan Laut AS dan berlayar di Timur Jauh,” lansir TankerTrackers di platform X.
Berdasarkan data pelacakan maritim, kapal 'HUGE' terakhir kali terdeteksi secara visual di lepas pantai Sri Lanka sekitar seminggu yang lalu.
Namun, kapal tersebut diketahui telah mematikan Sistem Identifikasi Otomatis (AIS) sejak 20 Maret 2026, sesaat setelah meninggalkan Selat Malaka menuju Iran.
Praktik mematikan AIS ini, sering kali dilakukan oleh kapal-kapal yang berusaha menghindari deteksi atau sanksi internasional saat menyeberangi jalur-jalur rawan konflik.
Menuju Kepulauan Riau Melalui Selat Lombok
Saat ini, kapal tanker super tersebut dilaporkan sedang bergerak melintasi Selat Lombok, salah satu Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) yang paling strategis.
Tujuan akhir kapal ini disebut menuju wilayah Kepulauan Riau. Selat Lombok sendiri merupakan jalur alternatif yang sangat penting bagi kapal-kapal berukuran besar, yang tidak dapat melewati Selat Malaka karena faktor kedalaman air.
Baca Juga: Iran: Kroco Donald Trump Serang Kapal Sipil di Selat Hormuz, 5 Orang Tewas
Perlintasan kapal tanker Iran ini, di tengah tekanan sanksi AS, menempatkan Indonesia dalam posisi yang strategis sekaligus penuh tantangan.
Sebagai negara yang menjunjung tinggi prinsip politik luar negeri bebas aktif, Indonesia berupaya memastikan bahwa wilayah perairannya tetap menjadi jalur perdagangan global yang aman, selama kapal-kapal asing tersebut mematuhi koridor hukum internasional yang telah ditetapkan dalam UNCLOS 1982.
Berita Terkait
-
Iran: Kroco Donald Trump Serang Kapal Sipil di Selat Hormuz, 5 Orang Tewas
-
UEA Diserang Rudal dan Drone, Negara Arab dan Eropa Ramai-ramai Hakimi Iran
-
Konflik AS-Iran Guncang Pasar, Harga Minyak Dunia Kini Berbalik Melemah
-
Korea Selatan Selidiki Kebakaran Kapal di Selat Hormuz, Penyebab Masih Misterius
-
Gencatan Senjata Semu, Iran hadang Operasi Militer AS di Selat Hormuz
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Panas Lagi! AS Luncurkan Serangan Balasan ke Iran Usai Insiden di Selat Hormuz
-
Jokowi Mulai Safari Politik, PAN Merasa Tak Terancam: Kami Tunggu PSI Lolos ke Senayan
-
Batas Penghasilan MBR Rp8 Juta Tak Cukup, Pemerintah Harus Tekan Biaya Hidup
-
Ucapan 'Adikku Sayang' Berujung Penganiayaan Caddy Golf, Pelaku Dibekuk di Lampung
-
Open House Sekolah Rakyat Surabaya, Orang Tua Terharu Lihat Perkembangan Siswa
-
1 Tahun Sekolah Rakyat, Wamensos: Alhamdulillah Cukup Berhasil
-
Bukan Sekadar Kunjungan Biasa, Jokowi Ungkap Alasan Hadiri Rakorda PSI di Lampung
-
Penandaan APBD 2027: Langkah Strategis Kemendagri Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
-
Mendagri: Parade Tenun Belu Jaga Warisan Budaya dan Gerakkan Ekonomi Daerah
-
Dampak Mengerikan Gempa Venezuela, Korban Tewas Bertambah Jadi 589 Orang