- WHO mengonfirmasi lima kasus hantavirus dan tiga suspek di kapal pesiar Hondius yang berlayar di Samudra Atlantik.
- Sebanyak tiga penumpang meninggal dunia akibat infeksi virus Andes yang sempat menular melalui kontak terbatas antarmanusia.
- WHO menyatakan risiko kesehatan publik global rendah meskipun terus memantau potensi kasus tambahan selama masa inkubasi.
Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia, WHO mengonfirmasi lima kasus hantavirus yang terkait dengan kematian penumpang di kapal pesiar Hondius yang berlayar di Samudra Atlantik.
Selain lima kasus positif, tiga kasus lain masih berstatus suspek dan sedang dalam penyelidikan lebih lanjut.
Insiden ini terjadi di kapal berbendera Belanda tersebut yang tengah melakukan pelayaran dari Cape Verde menuju Pulau Tenerife di Spanyol.
Meski situasinya dinilai serius, WHO menyebut risiko terhadap kesehatan publik global masih rendah.
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan pihaknya menerima laporan dari Inggris mengenai klaster penyakit pernapasan berat yang muncul di atas kapal.
“Walaupun ini merupakan insiden serius, WHO menilai risiko kesehatan masyarakat tetap rendah,” kata Tedros dilansir dari Al Jazeera.
Hingga kini, total delapan kasus telah dilaporkan. Dari jumlah tersebut, tiga orang dinyatakan meninggal dunia akibat dugaan infeksi virus Andes, salah satu jenis hantavirus yang dikenal dapat menular antarmanusia dalam kontak terbatas.
Hantavirus merupakan kelompok virus yang dibawa hewan pengerat seperti tikus.
Penularan biasanya terjadi melalui kontak dengan urine, air liur, atau kotoran hewan yang terinfeksi.
Baca Juga: The Bride Who Burned The Empire: Kisah Pemberontakan Seorang Putri
WHO menjelaskan virus yang ditemukan di kapal pesiar itu adalah strain Andes, jenis hantavirus yang banyak ditemukan di wilayah Amerika Latin.
Berbeda dari sebagian besar hantavirus lain, virus Andes diketahui memiliki kemampuan penularan terbatas dari manusia ke manusia.
Korban pertama adalah seorang pria yang mulai mengalami gejala pada 6 April sebelum meninggal lima hari kemudian.
Karena gejalanya mirip penyakit virus lain, sampel tidak sempat diambil sehingga hantavirus baru teridentifikasi belakangan.
Istri korban kemudian menjadi pasien kedua setelah turun di Saint Helena. Ia jatuh sakit dan meninggal pada 25 April.
Korban ketiga adalah seorang perempuan yang mulai mengalami gejala pada 25 April dan meninggal tujuh hari kemudian.
Berita Terkait
-
The Bride Who Burned The Empire: Kisah Pemberontakan Seorang Putri
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Piala Dunia 2026: Henry Ramal Argentina, Prancis, dan Spanyol Mendominasi, Siapa Juaranya?
-
Jose Mourinho Coret Spanyol, Jagokan Dua Negara Ini Bertemu di Final Piala Dunia 2026
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Polri Lakukan Mutasi Besar-besaran, 108 Pati dan Pamen Alami Rotasi Jabatan
-
Hantavirus Ternyata Sudah Muncul di Indonesia, 23 Kasus Terdeteksi dalam Dua Tahun Terakhir
-
NHM Peduli Perkuat Infrastruktur Air Bersih di Desa Tiowor, Kao Teluk
-
Ketua Ombudsman RI Terancam Dipecat Tidak Hormat, Majelis Etik Buka Suara soal Kasus Hery Susanto
-
Perkuat Komitmen Stabilitas, Prabowo Ajak ASEAN Utamakan Dialog Hadapi Persoalan Kawasan
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan