- Titi Anggraini dari Perludem mendesak pemisahan pemilu nasional dan daerah dalam diskusi di Yogyakarta, Kamis (7/5/2026).
- Pemisahan pemilu bertujuan mengatasi kelelahan ekstrem penyelenggara, pemilih, serta isu daerah yang tenggelam oleh agenda nasional.
- Sistem terpisah akan melemahkan dominasi elite pusat, meningkatkan posisi tawar aktor daerah, dan memperbaiki evaluasi kepemimpinan.
Menurut Titi, pemisahan pemilu akan membuat aktor politik daerah memiliki posisi tawar yang lebih kuat dan tidak lagi sekadar mengikuti arus politik nasional.
"Dan elit nasional nggak suka dipisahkan dari DPRD karena tadi enggak bisa barter. Padahal kalau saya tanya teman-teman DPRD, teman-teman DPRD merasa lebih senang kalau mereka dipisahkan karena mereka tidak perlu menggendong politisi nasional yang tidak sejalan dengan misalnya visi mereka atau citra politik mereka," tuturnya..
Ia juga menilai sistem pemilu terpisah akan membuat publik lebih mudah mengevaluasi partai dan pemimpin daerah tanpa harus menunggu lima tahun.
"Tapi kalau kita ada pemilu daerah, evaluasi kepemimpinan politik itu bisa dilakukan setidaknya setiap 2,5 tahun sekali. Jadi mesin partai itu juga panas terus untuk nyari kader kontestan yang kompatibel dengan pilihan publik yang tadi bahasanya yang memang layak untuk dipilih," jelasnya.
Reporter: Tsabita Aulia
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kemensos Bentuk Tim Khusus untuk Mendalami Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat
-
Kutuk Aksi Cabul Ashari di Ponpes Pati, Gus Ipul: Jangan Jadikan Pesantren Kedok!
-
Soroti Kasus Kiai Cabul di Pati, KSP Dudung: Lindungi Korban, Tindak Tegas Pelakunya!
-
Prabowo 'Pamer' Proyek 100 GW Surya RI di ASEAN, Ingatkan Ancaman Krisis Energi
-
Kepala Daerah dan PPPK Tak Perlu Khawatir, Pelaksanaan Pasal 146 UU HKPD Akan Diatur Melalui UU APBN
-
Prabowo di KTT ASEAN: Dunia Sedang Genting, BIMP-EAGA Harus Lebih Adaptif dan Berdampak
-
Dari Jombang hingga Pati: Mengapa Ponpes Terus Menjadi Titik Merah Predator Seks?
-
Sesumbar Donald Trump Usai 3 Kapal Perang AS Dibombardir Iran di Selat Hormuz
-
Skenario Jahat Zionis Israel Terkuak! Ciptakan Krisis Malnutrisi di Gaza
-
Viral Tampilan Sederhana Sultan Brunei Saat Wisuda Anak, Netizen: Tapi Jamnya Rp2,3 Miliar