- Presiden Prabowo Subianto meninjau Kampung Nelayan Merah Putih di Gorontalo untuk memeriksa fasilitas produksi perikanan pada 2026.
- Kawasan yang dibangun selama tahun 2025 ini menyediakan infrastruktur pendukung seperti pabrik es, cold storage, dan pusat ekonomi.
- Keberadaan fasilitas cold storage bertujuan menjaga stabilitas harga ikan serta meningkatkan efektivitas logistik bagi para nelayan setempat.
Mengenai fasilias pabrik es, Yanwar mengatakan dalam satu kali poduksi kapasitas es yang dihasilkan bisa mencapai satu ton. Dalam satu hari, bisa dua kali produksi yang artinya salam 24 jam es yang dihasilkan sebanyak dua ton.
"Nah, saat ini pihakpengelola koperasi sudah melakukan proses pemasaran kepada masyarakat dengan cara pengantaran langsung bisa, order melalui petugas koperasi juga bisa," kata Yanwar.
Yanwar mengatakan pengelolaan KNMP Leato Selatan akan dilakukan langsung lewat Koperasi Desa Merah Putih.
"Yang mengelola KNMP ini nantinya adalah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih atau Kopdes Merah Putih. Nah, itu yang akan mengelola yang tentunya sudah dibentuk sebelumnya melalui Kementerian Koperasi," kata Yanwar.
Diketahui KNMP Leato Selatan mencakup 835 Kepala Keluarga (KK), dengan 612 orang berprofesi sebagai nelayan aktif dan didukung 214 unit kapal perikanan.
Kawasan ini memiliki potensi perikanan tangkap yang cukup besar dengan komoditas utama berupa ikan selar, cakalang, dan tuna yang menjadi sumber utama pendapatan masyarakat sekaligus komoditas unggulan perikanan Kota Gorontalo.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Gerindra Tepis Isu 'Mata-matai' Wapres Gibran: Yang Ada Adalah Perintah untuk...
-
Mencekam! Gempa Dahsyat M 7,1 Guncang Venezuela, Peringatan Berpotensi Tsunami Dikeluarkan
-
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini: Siap-siap Hujan di Wilayah Selatan dan Timur
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?