News / Nasional
Selasa, 28 April 2026 | 16:40 WIB
Anthony Leong. (Dok. Ist)
Baca 10 detik
  • William, akademisi Universitas Indonesia, menyebut ada tiga karakter kunci yang harus dimiliki seorang pemimpin, yakni jujur, amanah, dan cerdas.

  • Menurutnya, kriteria ini relevan sepanjang zaman dan menjadi penentu arah organisasi di tengah dinamika global.

  • Dalam konteks pemilihan Ketua Umum HIPMI periode 2026–2029, William menilai sosok Anthony Leong menjadi kandidat yang paling mendekati ketiga kriteria tersebut.

Suara.com - Seorang akademisi menilai kepemimpinan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) ke depan membutuhkan figur yang tidak hanya kuat secara bisnis, tetapi juga mampu menjawab tantangan era digital. Tiga kriteria utama pun disoroti sebagai fondasi pemimpin yang ideal.

William, akademisi Universitas Indonesia yang juga tengah menempuh program doktor Ilmu Komunikasi serta praktisi teknologi keuangan, menyebut ada tiga karakter kunci yang harus dimiliki seorang pemimpin, yakni jujur, amanah, dan cerdas. Menurutnya, kriteria ini relevan sepanjang zaman dan menjadi penentu arah organisasi di tengah dinamika global.

Dalam konteks pemilihan Ketua Umum HIPMI periode 2026–2029, William menilai sosok Anthony Leong menjadi kandidat yang paling mendekati ketiga kriteria tersebut.

Dari sisi kejujuran, Anthony dinilai memiliki rekam jejak yang kuat sebagai pengusaha yang tumbuh dari bawah. Berasal dari Medan, Sumatera Utara, ia telah mengenal dunia usaha sejak muda dengan membantu bisnis keluarga. Pengalaman ini, menurut William, membentuk karakter yang autentik dan transparan dalam menjalankan usaha.

“Anthony adalah sosok yang memahami realitas bisnis secara langsung dan mampu memposisikan diri dengan baik. Loyalitasnya juga teruji,” ujarnya.

Sementara dari aspek amanah, Anthony dinilai menunjukkan proses kepemimpinan yang bertahap dan konsisten. Ia merintis karier dari skala kecil hingga berkembang menjadi pengusaha nasional dengan jejaring luas. Proses tersebut dianggap mencerminkan kemampuan menjaga kepercayaan dalam setiap tahap perjalanan bisnisnya.

Adapun dari sisi kecerdasan, Anthony disebut memiliki kombinasi antara latar belakang akademik dan pengalaman praktis. Ia merupakan lulusan FISIP Universitas Indonesia dan telah menyelesaikan pendidikan doktoral di bidang Ilmu Komunikasi. Komitmennya terhadap pengembangan keilmuan dinilai menjadi nilai tambah dalam membaca dinamika ekonomi dan sosial.

William menekankan bahwa tantangan ke depan tidak hanya berkutat pada bisnis konvensional, tetapi juga percepatan digitalisasi. Ia menyinggung kebutuhan Indonesia terhadap talenta digital yang diperkirakan mencapai jutaan dalam beberapa tahun mendatang.

“Pemimpin HIPMI harus mampu membaca arah digitalisasi. Anthony berada di persimpangan antara praktik bisnis dan pemikiran strategis,” katanya.

Baca Juga: HIPMI Jaya dan Jabar Targetkan Perputaran Uang Rp500 Miliar

Dengan latar belakang tersebut, ia menilai HIPMI membutuhkan figur yang mampu mendorong dunia usaha agar lebih adaptif, inklusif, dan siap menghadapi perubahan di era digital.

Load More