News / Nasional
Minggu, 10 Mei 2026 | 19:15 WIB
Asap putih dari aktivitas erupsi Gunung Dukono membumbung tinggi ke angkasa, Jumat, 8 Mei 2026. [dok BNPB]
Baca 10 detik
  • Tim SAR gabungan telah menemukan tiga pendaki meninggal dunia akibat erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara.
  • Operasi pencarian selama tiga hari hingga 10 Mei 2026 tersebut berhasil menemukan seluruh korban yang sebelumnya dinyatakan hilang.
  • Pemerintah daerah menegaskan larangan aktivitas pendakian di zona berbahaya Gunung Dukono demi mencegah jatuhnya korban jiwa di masa depan.

Suara.com - Operasi pencarian korban erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, resmi dihentikan setelah tim SAR gabungan menemukan seluruh korban yang sebelumnya dinyatakan hilang.

Total tiga pendaki ditemukan meninggal dunia usai tertimbun material vulkanik akibat erupsi hebat yang terjadi beberapa hari terakhir.

Dua korban terakhir yang merupakan warga negara asing (WNA) ditemukan pada hari ketiga operasi pencarian, Minggu (10/5/2026), tidak jauh dari lokasi ditemukannya korban pertama sehari sebelumnya.

“Kedua korban yang merupakan warga negara asing (WNA) tersebut ditemukan dalam kondisi meninggal dunia tidak jauh dari lokasi penemuan korban pertama pada Sabtu (9/5),” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari kepada wartawan.

Sebelumnya, tim SAR gabungan lebih dulu menemukan satu korban WNI berinisial E (P) dalam kondisi meninggal dunia. Dengan ditemukannya dua korban terakhir, seluruh korban hilang dipastikan telah ditemukan.

Dua korban WNA yang ditemukan meninggal masing-masing berinisial H.W.Q.T. (30) dan S.M.B.A.H. (27). Seluruh jenazah kemudian dievakuasi menuju pos penanganan darurat erupsi Gunung Dukono sebelum dibawa ke RSUD Tobelo untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Proses evakuasi berlangsung dramatis. Tim SAR menghadapi medan berat karena jasad korban tertimbun material pasir vulkanik dengan kedalaman cukup signifikan.

Proses evakuasi pendaki Gunung Dukono Maluku Utara (ANTARA/HO-SAR Ternate)


Aktivitas erupsi yang masih fluktuatif juga membuat proses pencarian harus dilakukan ekstra hati-hati demi keselamatan personel.

“Aktivitas erupsi Gunung Dukono masih berlangsung secara fluktuatif sehingga tim SAR gabungan harus melakukan proses evakuasi secara hati-hati dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan personel di lapangan,” jelas Abdul.

Baca Juga: Usut Jaringan Internasional! 321 WNA Operator Judol Jakbar Dipindahkan ke Imigrasi

Sebanyak 98 personel SAR gabungan diterjunkan dalam operasi pencarian tersebut. Mereka berasal dari Basarnas, BPBD Halmahera Utara, TNI AD, TNI AL, Polairud, Brimob, PMI, ERT Gosowong hingga masyarakat setempat.

Selain tiga korban meninggal dunia, sebanyak 15 pendaki lainnya berhasil ditemukan dalam kondisi selamat.

Dua korban selamat, yakni R.S. dan J.A., bahkan turut membantu tim SAR menunjukkan jalur pendakian dan titik terakhir keberadaan korban sebelum erupsi terjadi.

Dengan seluruh korban berhasil ditemukan, operasi SAR erupsi Gunung Dukono resmi ditutup.

Di sisi lain, BNPB kembali menyoroti fakta bahwa jalur pendakian Gunung Dukono sebenarnya telah ditutup sejak 17 April 2026. Penutupan itu kemudian dipertegas lewat keputusan permanen Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara pada Jumat (8/5/2026).

Pemerintah daerah juga melarang aktivitas masyarakat maupun wisatawan dalam radius empat kilometer dari kawah aktif sesuai rekomendasi PVMBG. Operator dan penyedia jasa pendakian diminta tidak lagi memberikan izin pendakian demi mencegah jatuhnya korban serupa.

Load More