-
Trump menolak keras respon Iran karena dianggap tidak pantas dan tidak memenuhi standar perdamaian.
-
Iran menuntut pencairan aset dan penghapusan sanksi minyak sebagai syarat utama penghentian perang.
-
Penolakan diplomasi ini menyebabkan harga minyak dunia meroket akibat kekhawatiran gangguan di Selat Hormuz.
Iran juga menuntut hak pengelolaan penuh atas Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan energi dunia.
Teheran mendesak agar blokade angkatan laut Amerika Serikat segera dihentikan sesaat setelah penandatanganan kesepakatan dilakukan.
Meskipun menyetujui format perundingan 30 hari, Iran meminta sanksi minyak dicabut selama jendela negosiasi tersebut berlangsung.
Selain itu, pihak Iran mengharuskan pencairan aset-aset mereka yang dibekukan segera setelah nota kesepahaman ditandatangani.
Kondisi tersebut dianggap sangat jauh dari harapan para negosiator Amerika Serikat yang menginginkan konsesi nuklir.
Di tengah kemelut ini, Trump mengaku telah menjalin komunikasi intensif dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
"Itu adalah pembicaraan yang sangat menyenangkan. Kami memiliki hubungan yang baik," ungkapnya mengenai Netanyahu.
Namun, Trump menegaskan bahwa urusan negosiasi dengan Iran adalah otoritas penuh dirinya sebagai pemimpin AS.
"Situasi saya, bukan situasi orang lain," tambah Trump.
Baca Juga: Donald Trump Ancam Hancurkan Siapa Pun yang Dekati Uranium Iran
Pasar global bereaksi cepat dengan kenaikan harga minyak mentah Brent hingga mencapai angka 104 dolar per barel.
Konflik antara Amerika Serikat dan Iran telah berlangsung selama beberapa dekade dengan eskalasi terbaru berfokus pada penghentian perang di Timur Tengah.
Ketegangan meningkat setelah Iran memberikan jawaban yang dianggap AS sangat berat sebelah karena menuntut pencairan aset dan penghapusan sanksi tanpa memberikan konsesi nuklir yang jelas.
Sementara itu, pihak Iran menganggap proposal AS sebagai bentuk paksaan untuk menyerah kepada tuntutan Trump.
Berita Terkait
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Polda Jambi Bongkar Peredaran Narkoba Jumbo, 20 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi Disita
-
Selly Gantina Soroti Temuan 11 Bayi di Sleman, Minta Negara Utamakan Perlindungan Anak
-
Nama Dirjen Bea Cukai Terseret Kasus Blueray, KPK Diminta Jalankan Perintah Presiden
-
Bermula dari Area Parkir, Polisi Bongkar Penyimpanan 1.000 Butir Ekstasi di Apartemen Greenbay Jakut
-
Grace Natalie Siap Temui Jusuf Kalla Usai Dipolisikan: Saya Tidak Ada Masalah Pribadi
-
Nadiem Klaim Permendikbud Soal Pengadaan Chromebook Tak Terkait Investasi Google ke Gojek
-
Soal Polemik Cerdas Cermat di Kalbar, Setjen MPR RI Janji Evaluasi Menyeluruh
-
Pembangunan 357 Huntap Rampung, Penyintas Bencana Bersiap Tinggalkan Hunian Sementara
-
Juri Cerdas Cermat Empat Pilar Keliru Beri Nilai, Waket MPR Minta Maaf: Kami Evaluasi Total
-
Grace Natalie Siap Tanggung Jawab Buntut Video JK: Tak Ada Pelanggaran Hukum