-
Trump menolak keras respon Iran karena dianggap tidak pantas dan tidak memenuhi standar perdamaian.
-
Iran menuntut pencairan aset dan penghapusan sanksi minyak sebagai syarat utama penghentian perang.
-
Penolakan diplomasi ini menyebabkan harga minyak dunia meroket akibat kekhawatiran gangguan di Selat Hormuz.
Suara.com - Presiden Donald Trump secara tegas memutus harapan diplomasi singkat dengan menolak jawaban Iran atas draf kesepakatan penghentian perang.
Penolakan ini muncul setelah Amerika Serikat menanti selama sepuluh hari untuk melihat itikad baik dari pihak Teheran.
Trump menilai posisi yang diambil Iran justru menjadi langkah mundur dari upaya perdamaian yang selama ini dirancang.
Sikap keras ini langsung berdampak pada ketidakpastian stabilitas keamanan di kawasan yang sedang bergejolak tersebut.
Langkah ini juga menutup pintu kompromi yang sebelumnya diupayakan oleh para negosiator Gedung Putih.
Trump menyatakan ketidaksukaannya secara terbuka terhadap isi dokumen yang dikirimkan oleh otoritas Iran pada hari Minggu.
"Saya tidak suka surat mereka. Itu tidak pantas. Saya tidak suka tanggapan mereka," ujar Trump saat dihubungi Axios.
Ia enggan membeberkan rincian detail mengenai poin-poin yang tertuang dalam surat balasan tersebut kepada publik.
Trump justru menyoroti rekam jejak panjang negara tersebut dalam dinamika politik internasional selama puluhan tahun.
Baca Juga: Donald Trump Ancam Hancurkan Siapa Pun yang Dekati Uranium Iran
"Mereka telah menyadap banyak negara selama 47 tahun," kata dia.
Melalui platform Truth Social, Trump menegaskan kembali bahwa posisi Iran tersebut benar-benar tidak bisa ditoleransi.
"SANGAT TIDAK DAPAT DITERIMA!" tulis Trump dalam unggahannya.
Di sisi lain, media pemerintah Iran melaporkan bahwa fokus mereka adalah menghentikan perang dengan jaminan permanen.
Kantor berita Tasnim menyebutkan bahwa teks Iran menekankan penghapusan sanksi AS sebagai syarat utama yang mutlak.
"Menekankan perlunya mencabut sanksi AS, mengakhiri perang di semua lini," lapor kantor berita Tasnim.
Berita Terkait
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Oditur Militer akan Sambangi Andrie Yunus di RSCM?
-
Sinergi Kemensos Bersama BPS dan DEN Perkuat Digitalisasi Bansos Berbasis DTSEN
-
Kebijakan Libur Sekolah Lebih Awal Saat Piala Dunia 2026 di Meksiko Tuai Protes Keras Orang Tua
-
Fatma Saifullah Yusuf Ajak Siswa SRMA 21 Surabaya Ciptakan Lingkungan Bebas Bullying
-
Parigi Moutong Siapkan Lahan 9,2 Hektare untuk Sekolah Rakyat Permanen
-
DWP Kemensos Gaungkan Kampanye Anti Bullying Remaja Berkarakter dan Berempati di SRMA 13 Bekasi
-
Alarm Demoralisasi Jaksa: PAM SDO Kejagung Diminta Tak Asal 'Sikat' Tanpa Bukti
-
Pakar Sebut Parpol Pamer Kesetiaan ke Prabowo Cuma Kedok: Haus Kekuasaan Demi Modal Finansial
-
Misteri 'Kamar Khusus' dan Keterlibatan Pendukung Ashari dalam Kasus Kekerasan Seksual Santri Pati
-
Cuaca Buruk Hantui Piala Dunia 2026: Panas Terik, Badai Petir Hingga Kualitas Udara Buruk