- Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menegaskan kendali penuh Amerika atas Selat Hormuz melalui operasi blokade terhadap pelabuhan Iran.
- Hegseth mengklaim telah melumpuhkan lebih dari 65 kapal Iran di tengah perdebatan anggaran pertahanan senilai US$1,5 triliun tersebut.
- Senator Chris Coons mengkritik efektivitas blokade tersebut karena menilai perdagangan di Selat Hormuz masih mengalami kelumpuhan strategis.
Suara.com - Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, menegaskan bahwa Negeri Paman Sam masih memegang kendali atas Selat Hormuz di tengah memanasnya konflik dengan Iran.
Pernyataan itu disampaikan Hegseth saat memberikan kesaksian di hadapan Komite Anggaran DPR dan Senat AS terkait rencana anggaran pertahanan jumbo senilai US$1,5 triliun atau sekitar Rp24 ribu triliun.
Dalam sidang tersebut, Hegseth menyebut blokade terhadap Iran mulai menunjukkan dampak besar terhadap aktivitas pelabuhan negara tersebut.
Hegseth mengklaim puluhan kapal telah diputarbalikkan maupun dilumpuhkan akibat operasi yang dilakukan Amerika Serikat.
“Saya rasa belum cukup banyak dibahas tentang kekuatan blokade ini dan dilema yang kami ciptakan bagi mereka,” klaim Hegseth seperti dikutip dari NY Post.
“Mereka tidak bisa mengirim apa pun keluar dari pelabuhan Iran. Lebih dari 65 kapal telah diputarbalikkan atau dilumpuhkan. Pada akhirnya kami mengendalikan selat itu, karena tidak ada yang masuk tanpa izin kami,” lanjutnya.
Namun, klaim tersebut langsung menuai kritik dari senator Partai Demokrat, termasuk Chris Coons.
Coons mempertanyakan mengapa jalur pelayaran Selat Hormuz belum kembali dibuka penuh jika AS benar-benar menguasai kawasan tersebut.
Coons bahkan memperingatkan bahwa Washington berada di ambang kekalahan strategis karena lalu lintas perdagangan di jalur vital minyak dunia itu nyaris lumpuh total.
Baca Juga: Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China
Pernyataan tersebut memancing emosi Hegseth.
“Sangat konyol. Kami memiliki daya tekan lebih besar daripada sebelumnya. Kami meraih keberhasilan besar di medan perang, dan Anda bicara soal kekalahan strategis,” tegasnya.
Sidang juga menyoroti besarnya proposal anggaran Pentagon yang mencapai US$1,5 triliun.
Dari jumlah tersebut, sekitar US$1,15 triliun diajukan sebagai anggaran dasar pertahanan, sementara US$350 miliar lainnya dirancang lewat skema rekonsiliasi anggaran yang memungkinkan Partai Republik meloloskan dana tanpa dukungan Demokrat.
Pentagon beralasan lonjakan anggaran diperlukan untuk memperbaiki fasilitas militer yang dinilai sudah tertinggal, sekaligus mempercepat investasi pada kecerdasan buatan atau AI dan teknologi otonom.
Pelaksana Tugas Wakil Menteri Pertahanan AS bidang keuangan, Jules Hurst, menyebut tambahan anggaran itu sebagai langkah mengejar ketertinggalan.
“Untuk memperbaiki barak dan fasilitas militer yang buruk, serta investasi tambahan dalam AI dan sistem otonom,” ujar Hurst
Berita Terkait
-
Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China
-
Profil Achmad Syahri As Siddiqi, Anggota DPRD Termuda yang Merokok dan Main Game di Tengah Rapat
-
Viral! Anggota DPRD Jember Terekam Main Game dan Merokok Saat Rapat Bahas Stunting
-
Purbaya Siap Jelaskan ke DPR soal Rupiah Lemah, Tegaskan Itu Tanggung Jawab BI
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bukan Tambang, Ini Sektor yang Diam-Diam Dorong Ekonomi Sumsel 5,20 Persen
-
Indonesia Punya Potensi Besar Kembangkan Kripto Syariah
-
5 Rekomendasi Bedak Ringan untuk Remaja Sekolah yang Hasilnya Natural dan Tidak Dempul sesuai Review
-
Rekam Jejak Jebolan Liga India yang Jadi Pelatih Anyar Bhayangkara FC Gantikan Paul Munster
-
Kata BMKG, Penurunan Kualitas Udara Pekanbaru Bukan karena Karhutla
-
KMP Putri Yasmin Terbakar, 212 Orang Dievakuasi, SAR Masih Cari Korban
-
Bos BI Berganti, Grace Natalie PSI Tegaskan Independensi Institusi Tak Boleh Goyah
-
DPRD DKI Soroti Izin Penjualan Miras di Festival Musik, Buntut Kasus Viral The Sounds Project
-
Bosan Lari Gitu-Gitu Aja? Coba 5 Spot Jogging di Jogja Ini, Suasananya Asri Banget!
-
Luas Karhutla Riau Capai 15 Ribu Hektare Selama Januari-Juli 2026