News / Internasional
Rabu, 13 Mei 2026 | 16:00 WIB
Aksi di Bolivia tuntut presiden mundur. (resumenlatinoamericano)
Baca 10 detik
  • Serikat buruh dan petani di Bolivia menggelar mogok nasional tanpa batas waktu akibat krisis ekonomi terburuk dalam empat dekade.
  • Demonstrasi masif memicu blokade transportasi di berbagai kota besar setelah pemerintah mencabut subsidi bahan bakar yang memicu lonjakan harga.
  • Sepuluh organisasi nasional menuntut kenaikan upah serta perbaikan kebijakan publik dengan komitmen bersama menggulingkan pemerintahan Presiden Rodrigo Paz.

Para sopir angkutan umum mengeluhkan kualitas bahan bakar yang kini dianggap lebih buruk dan menyebabkan kerusakan mesin kendaraan mereka.

Mereka menuntut kompensasi dari pemerintah sekaligus perbaikan infrastruktur jalan dan antrean di stasiun pengisian bahan bakar.

Di tengah tekanan demonstrasi, Presiden Paz menolak tuntutan kenaikan upah yang diajukan buruh.

"Jika ingin menaikkan gaji, ciptakan dulu lapangan kerja," kata Paz saat berada di Cochabamba.

Serikat buruh COB sendiri mendesak kenaikan upah minimum sebesar 20 persen dari angka saat ini, yakni 3.300 boliviano (sekitar Rp8,3 juta) per bulan.

Selain itu, mereka juga menuntut kenaikan tunjangan pensiun dan pemotongan gaji pejabat pemerintah.

Di sisi lain, serikat guru meminta pemerintah membangun sistem pendidikan publik gratis dan tunggal yang didanai negara.

Load More