- Serikat buruh dan petani di Bolivia menggelar mogok nasional tanpa batas waktu akibat krisis ekonomi terburuk dalam empat dekade.
- Demonstrasi masif memicu blokade transportasi di berbagai kota besar setelah pemerintah mencabut subsidi bahan bakar yang memicu lonjakan harga.
- Sepuluh organisasi nasional menuntut kenaikan upah serta perbaikan kebijakan publik dengan komitmen bersama menggulingkan pemerintahan Presiden Rodrigo Paz.
Para sopir angkutan umum mengeluhkan kualitas bahan bakar yang kini dianggap lebih buruk dan menyebabkan kerusakan mesin kendaraan mereka.
Mereka menuntut kompensasi dari pemerintah sekaligus perbaikan infrastruktur jalan dan antrean di stasiun pengisian bahan bakar.
Di tengah tekanan demonstrasi, Presiden Paz menolak tuntutan kenaikan upah yang diajukan buruh.
"Jika ingin menaikkan gaji, ciptakan dulu lapangan kerja," kata Paz saat berada di Cochabamba.
Serikat buruh COB sendiri mendesak kenaikan upah minimum sebesar 20 persen dari angka saat ini, yakni 3.300 boliviano (sekitar Rp8,3 juta) per bulan.
Selain itu, mereka juga menuntut kenaikan tunjangan pensiun dan pemotongan gaji pejabat pemerintah.
Di sisi lain, serikat guru meminta pemerintah membangun sistem pendidikan publik gratis dan tunggal yang didanai negara.
Berita Terkait
-
Ekonom Ingatkan Aturan Nikotin-Tar Bisa Ancam Nasib Jutaan Petani dan Buruh
-
Krakatau Osaka Steel Tutup Pabrik, 200 Buruh Terkena PHK
-
Kisah Petani di Klaten Menghidupkan Kembali Tanah demi Bertahan dari Krisis Iklim
-
Hari Buruh Internasional, Serikat Pekerja Pegadaian Makassar Gelar Pekan Olahraga dan Seni
-
33 Tahun Kasus Marsinah Stagnan, Aktivis: Keadilan Tidak Bisa Digantikan Seremoni Gelar Pahlawan!
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Jakarta-Kelantan Sepakat Perkuat Kerja Sama, Penerbangan Langsung Dimulai 16 Juni
-
Jaksa Tuntut Nadiem Bayar Uang Pengganti Rp 5,6 Triliun
-
Bongkar Modus Birokrat 'Kickback' Perizinan, Prabowo Mau Efisiensi Izin 2 Tahun jadi 2 Minggu
-
Selain Dituntut 18 Tahun, Nadiem Dibebani Denda Rp 1 Miliar dan Uang Pengganti Rp 5,6 Triliun!
-
Selain 18 Tahun Bui, Nadiem Dituntut Bayar Rp4,8 T: Tak Bayar Tambah 9 Tahun
-
Komisioner Komnas HAM Desak Penyelesaian Hukum Kasus Kekerasan Seksual Mei 1998
-
Prabowo Murka! Bunga Pinjaman Orang Miskin 24 Persen, Pengusaha Besar Cuma 9 Persen
-
Geger! Bau Menyengat di Pinang Ranti Ternyata Jasad Lansia Sebatang Kara
-
Jaksa Tuntut Nadiem Makarim 18 Tahun Penjara di Kasus Korupsi Chromebook!
-
Menhub Absen Karena Sakit, DPR Tunda Rapat Bahas Rentetan Kecelakaan Kereta Api Bekasi Timur