- Presiden Xi Jinping membahas konsep Thucydides Trap saat bertemu Donald Trump di Beijing pada Kamis, 15 Mei.
- Konsep Thucydides Trap menjelaskan risiko konflik antara negara kekuatan baru yang bangkit melawan kekuatan dominan lama.
- Xi mempertanyakan kemampuan kedua negara dalam membangun hubungan baru guna menghindari risiko perang antarnegara besar tersebut.
Suara.com - Pemimpin China, Xi Jinping menyingung soal Thucydides Trap saat bertemu dengan Presiden AS, Donald Trump di di Great Hall of the People, Beijing, Kamis (15/5) waktu setempat.
Dalam pertemuan itu, Xi menyinggung konsep geopolitik Thucydides Trap soal pertemuan dirinya dengan Donald Trump.
“Seluruh dunia sedang menyaksikan pertemuan kita,” kata Xi di hadapan Trump dan delegasi kedua negara.
Xi menilai dunia saat ini sedang berada di persimpangan baru di tengah perubahan global yang disebutnya belum pernah terlihat dalam satu abad.
Xi kemudian mempertanyakan apakah China dan Amerika Serikat mampu menghindari jebakan konflik besar tersebut.
“Bisakah China dan Amerika Serikat mengatasi Thucydides trap dan menciptakan paradigma baru hubungan antarnegara besar?” ujar Xi dilansir dari NY Post.
Lantas apa itu Thucydides Trap?
Thucydides Trap adalah teori geopolitik yang menggambarkan situasi berbahaya ketika sebuah kekuatan baru yang sedang bangkit mulai menantang kekuatan lama yang sudah dominan.
Istilah ini diambil dari nama sejarawan Yunani kuno, Thucydides, yang menulis tentang Perang Peloponnesos antara Athena dan Sparta sekitar abad ke-5 SM.
Baca Juga: Xi Jinping Blak-blakan Soal Ancaman Perang AS-China Trump Diam 1000 Bahasa
Menurut Thucydides, perang terjadi karena kebangkitan Athena membuat Sparta merasa takut kehilangan dominasinya.
Dari situ muncul gagasan bahwa Ketika kekuatan baru muncul dan mengancam posisi kekuatan lama, risiko perang meningkat.
Dalam konteks modern, teori ini sering dipakai untuk menjelaskan hubungan antara China dan Amerika Serikat.
China dianggap sebagai kekuatan baru yang tumbuh sangat cepat dalam ekonomi, teknologi, dan militer, sementara Amerika Serikat adalah negara adidaya yang selama puluhan tahun mendominasi dunia.
Istilah Thucydides Trap kembali populer setelah ilmuwan politik Harvard, Graham Allison, menulis buku Destined for War pada 2017.
Ia meneliti 16 kasus dalam sejarah ketika kekuatan baru menantang kekuatan lama, dan 12 di antaranya berakhir dengan perang.
Berita Terkait
-
Xi Jinping Blak-blakan Soal Ancaman Perang AS-China Trump Diam 1000 Bahasa
-
Kabar Gembira! Trump Hapus Jaminan Visa Rp245 Juta untuk Pemegang Tiket Piala Dunia 2026
-
Viral Kepergok Main Game dan Merokok Saat Rapat, Anggota DPRD Jember Minta Maaf: Saya Khilaf
-
Bisik-bisik Trump Saat Salaman Erat dengan Xi Jinping, Pakar Etika Bilang Begini
-
Pesan Xi Jinping Saat Bertemu Donald Trump, Singgung Hubungan China dan AS
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
Terkini
-
Sebut AS Siap Akhiri Perang, Rusia Kasih Syarat: Pasukan Ukraina Angkat Kaki dari Donbas
-
Peneliti Temukan Hubungan Krisis Iklim dan Konflik Bersenjata Lebih Kompleks dari Dugaan
-
Kawal Ibadah Kenaikan Yesus Kristus, Polda Metro Jaya Jaga Ketat 860 Gereja Hari Ini
-
Gaji Hakim Indonesia Tertinggi di ASEAN? Ini Perbandingannya dengan Malaysia dan Singapura
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Xi Jinping Ancam Donald Trump Perang Terbuka Jika AS Terus Ikut Campur Urusan Taiwan.
-
Asep Edi Suheri Naik Pangkat Komjen, Kapolda Metro Jaya Kini Dijabat Jenderal Bintang Tiga!
-
Warisan Mao Zedong! Fakta Great Hall of the People yang Jadi Lokasi Pertemuan Trump-Xi
-
Daftar Pengadaan Mewah di Sekolah Rakyat: Sepatu sampai Bingkai Foto Prabowo Bernilai Miliaran
-
Bohong atau Fakta? Klaim Netanyahu Kunjungi UEA Secara Rahasia Picu Kehebohan Ini di Tengah Perang