- Ketua DPP PSI Bestari Barus menyatakan Presiden ketujuh RI Joko Widodo merupakan bagian penting dan patron istimewa bagi PSI.
- PSI sedang mempersiapkan jabatan khusus bagi Joko Widodo yang nantinya akan diumumkan langsung oleh Ketua Umum Kaesang Pangarep.
- Partai PSI berencana melakukan agenda kunjungan ke daerah bersama Joko Widodo setelah struktur pengurus wilayah menyelesaikan tugas khusus mereka.
Suara.com - Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Bestari Barus, menegaskan bahwa sosok Joko Widodo adalah bagian dari PSI. Kekinian, PSI tengah menyiapkan jabatan untuk Presiden ke-7 RI tersebut.
Hal itu disampaikan Bestari menanggapi pernyataan pengamat yang menilai agenda keliling Jokowi usai pulih adalah untuk meloloskan PSI ke Senayan pada Pemilu 2029.
"Pak Jokowi itu sudah PSI lho. Tinggal jabatannya nanti Ketua Umum yang akan menyampaikan," kata Bestari dihubungi Suara.com, Jumat (15/5/2026).
Terkait jabatan apa yang akan disiapkan untuk Jokowi? Bestari masih merahasiakan. Ia hanya menegaskan bahwa PSI menjadi Jokowi sebagai patron.
"Patron istimewa dong. Istimewa," kata Bestari.
Menyoal jabatan untuk Jokowi, nantinya akan diumumkan langsung oleh Kaesang Pangarep selaku Ketua Umum PSI.
"Akan tiba saatnya dan tidak akan diwakilkan kepada orang lain untuk menjelaskan. Begitu ya. Ketua umum nanti itu, ketua umum," kata Bestari.
Bestari menegaskan bahwa safari Jokowi ke penjuru nusantara telah disampaikan sejak awal, bahkan saat Kongres PSI di Solo dan Rakernas PSI.
Ia memastikan bahwa agenda keliling itu akan dilakukan Jokowi bersama PSI.
Baca Juga: Jokowi Disebut Sudah Pulih 99 Persen, Siap Keliling Indonesia Juni 2026 Sapa Rakyat
"Memang itu agenda Pak Jokowi bersama PSI akan turun ke masyarakat pada saatnya," kata Bestari.
Meski demikian, Bestari belum mengumumkan kapan waktunya. Ia juga mebantah informasi menyebut agenda keliling tersebut akan dimulai pada Juni tahun ini.
"Jadi bukan ditentukan Juni, inilah, nggak. Nanti kami yang mempersiapkan. Kan begitu. Nah itu saja supaya tidak
terjadi kebingungan masyarakat gitu," kata Bestari.
Ia menyampaikan saat ini pengurus PSI di wilayah masih menyelesaikan tugas khusus. Pada saatnya akan menyiapkan kunjungan Jokowi ke daerah.
"Hari ini struktur kami sedang mengerjakan tugas khusus, belum berkonsentrasi kepada akan kedatangan Pak Jokowi. Nanti kan
jadi kacau di lapangan atas informasi yang nggak akurat ini, kan begitu," kata Bestari.
Kritik Projo
Berita Terkait
-
Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
-
Mahfud MD Ungkap Isi Obrolan dengan Jokowi di Kondangan Soimah: Gak Ada Bahas Politik
-
Jokowi Disebut Sudah Pulih 99 Persen, Siap Keliling Indonesia Juni 2026 Sapa Rakyat
-
Nadiem Makarim Ungkap Peran Jokowi dalam Pembentukan Tim Shadow
Terpopuler
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
- 3 Sepatu Lari Skechers Terbaik untuk Pemula dan Pelari Harian
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Anggota DPRD Fakfak Digerebek Bersama Bidan Berstatus Istri Orang di Kamar Kos, Videonya Viral!
-
Satpol PP DKI Jaring 8 PPKS di Mampang Usai Viral Pengemis Padati Trotoar
-
Tuntutan 18 Tahun Nadiem Makarim Dinilai Wajar, MAKI Soroti Kerugian Negara Triliunan Rupiah
-
96 Persen Penduduk Tinggal di Wilayah Rawan Bencana, Kemendagri Dorong BPBD Lebih Adaptif dan Siaga
-
DPR RI Terima Dubes Thailand, Bahas Dampak Perang hingga Nasib Myanmar yang Di-blacklist ASEAN
-
WNA Jepang Diduga Eksploitasi Anak di Blok M, DPR: Seret Pelaku, Jangan Kasih Ampun
-
Ketua DPRD Jember: Sekali Lagi Langgar Aturan, Achmad Syahri Otomatis Dipecat
-
Sobary Kritik Cara Prabowo Mengagumi Bung Karno: Kagum, tapi Tak Pahami Political Wisdom-nya
-
KPK Bongkar 3 Perusahaan yang Setor Miliaran ke Oknum Kemnaker demi Urus K3
-
Kapal Migran Indonesia Tenggelam di Malaysia: Korban Tewas Kini 11 Orang, 3 Masih Hilang