News / Internasional
Jum'at, 15 Mei 2026 | 14:19 WIB
Puluhan bocah Palestina berdemo di Jalur Gaza meminta dunia internasional campur tangan menghentikan blokade Israel, Minggu (4/2/2018). [AFP/Mahmud Hams]
Baca 10 detik
  • UNICEF melaporkan rata-rata satu anak Palestina meninggal dunia setiap pekan di Tepi Barat sejak Januari 2025.
  • Pasukan Israel dan pemukim ilegal menyebabkan kematian serta luka berat pada banyak anak melalui berbagai tindakan kekerasan.
  • UNICEF mendesak komunitas internasional segera bertindak menghentikan kekerasan dan memastikan perlindungan hak anak sesuai hukum internasional.

UNICEF Desak Dunia Internasional Bertindak

UNICEF memperingatkan bahwa dampak kekerasan tidak hanya berupa serangan fisik, tetapi juga penghancuran sistem kehidupan masyarakat.

Kerusakan meliputi pembongkaran rumah, perusakan sekolah, sabotase infrastruktur air bersih, hingga pembatasan akses layanan kesehatan.

"Penderitaan mereka tidak dapat dinormalisasi," tegas Elder.

UNICEF mendesak otoritas Israel untuk segera mencegah pembunuhan dan penganiayaan lebih lanjut terhadap anak-anak Palestina.

Lembaga tersebut juga meminta perlindungan terhadap rumah, sekolah, dan akses air bersih sesuai hukum internasional.

"UNICEF juga mendesak negara-negara anggota untuk menggunakan kekuasaannya dalam memastikan hukum internasional dihormati," tutup Elder.

Load More