- Mohamad Sobary menegaskan dirinya tidak pernah mendengar Gus Dur menyebut Prabowo Subianto sebagai 'orang paling ikhlas di Indonesia'.
- Menurutnya, pandangan kritis Gus Dur terhadap militerisme membuat pujian semacam itu sangat mustahil dilontarkan.
- Sobary juga menyinggung ambisi politik Prabowo dan memilih menganggap klaim tersebut tidak pernah ada agar tidak membebani nama Gus Dur.
“Kalau dia seorang yang ikhlas, ikhlas untuk bangsa, pasti yang dicari pasangan yang keren supaya bersama beliau sendiri bisa bekerja melaksanakan agenda-agenda,” sindirnya.
Sebut Gus Dur Sosok Blak-blakan
Sobary juga menepis anggapan bahwa ucapan “orang paling ikhlas” itu mungkin merupakan sindiran halus dari Gus Dur kepada Prabowo.
Menurutnya, Gus Dur dikenal sebagai sosok yang berbicara secara terbuka dan tidak gemar memakai simbol atau pesan terselubung.
“Gus Dur blak-blakan. Letterlijk apa adanya. Mentah. Frankly, terbuka. Tidak perlu simbolis-simbolis, tidak perlu. Karena makin simbolik, makin orang menjadi tidak paham apa yang dimaksud,” jelasnya.
Ia menegaskan, Gus Dur bukan tipe tokoh yang menggunakan diplomasi berlapis untuk menyampaikan kritik ataupun pujian.
“Gus Dur tidak akan pernah berdiplomasi mengatakan itu. Tidak akan pernah. Meskipun kata Adhie Massardi begitu. Saya tahu psikologi Gus Dur lebih baik dari beberapa kalangan,” katanya.
Di akhir pernyataannya, Sobary memilih menganggap klaim tersebut tidak pernah ada agar tidak membebani nama Gus Dur.
“Bagi saya, dari dulu berkali-kali mendengar hal ini, lebih baik dianggap tidak ada saja. Supaya tidak membebani Gus Dur. Gus Dur dimusuhi militerisme dan beberapa tokoh militer. Nah Prabowo termasuk yang begitu,” pungkasnya.
Baca Juga: Prabowo Bangga, Gaji Hakim RI Naik 280 Persen dan Kini di Atas Malaysia
Reporter: Dinda Pramesti K
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan
-
Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan
-
Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos
-
Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban
-
Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi
-
Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik
-
Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?
-
Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo
-
Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis
-
Kisah Yunita Bangun Dear June Official, Dari Satu Penjahit Hingga Tembus Pasar Singapura