Peneliti Senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Mohamad Sobary berbicara di podcast Madilog di kanal YouTube Forum Keadilan TV. (bidik layar video)
Baca 10 detik
- Peneliti LIPI Mohamad Sobary mengkritik Presiden terpilih Prabowo Subianto yang dinilai antikritik dan menutup ruang dialektika intelektual secara terbuka.
- Sobary menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis Prabowo tidak memiliki akar ideologi sosialisme kerakyatan yang jelas bagi masyarakat.
- Sikap fanatisme Prabowo terhadap program gagasannya dinilai sebagai ancaman yang mematikan nalar sehat bagi masa depan bangsa Indonesia.
"Dia memandang dirinya suci, programnya suci, gagasannya suci. Oh Paus aja ndak begitu Bung... Prabowo dikritik ndak mau," tambahnya.
Sobary menutup kritiknya dengan metafora yang kelam tentang masa depan Indonesia di bawah kepemimpinan yang antikritik.
Ia menyebut kondisi saat ini bukan lagi sekadar 'gelap', melainkan 'gelap gulita' karena matinya cahaya nalar dari para pemimpin.
"Negeri ini gelap gulita bukan gelap. Gelap gulita kalau dilihat dari model berpikirnya para pemimpin. Jadi gelap itu bukan karena tidak ada cahaya, dari cara berpikir pemimpin-pemimpin itu memang tidak membolehkan menyalanya cahaya apapun. Apalagi cahaya ketuhanan itu ndak ada lah," pungkasnya. (Dinda Pramesti K)
Komentar
Berita Terkait
-
Sobary Kritik Cara Prabowo Mengagumi Bung Karno: Kagum, tapi Tak Pahami Political Wisdom-nya
-
Mohamad Sobary Tegas Bantah Gus Dur Pernah Puji Prabowo Orang Paling Ikhlas: Tak Ada Kitabnya!
-
Kapitalisme Negara ala Prabowo, Mengulangi Kegagalan Venezuela?
-
Tepis Isu Intimidasi, Dudung Sebut Presiden Prabowo Terbuka pada Kritik: Jangan Dipelintir!
-
Satgas PKH Setor Rp10,27 Triliun dan 2,37 Juta Hektare Lahan Hutan ke Negara
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Waspada El Nino hingga 2027, Megawati Keluarkan Instruksi 'Siaga Satu' Pangan dan Air
-
Dilarang Dekat Mabes, BEM UI Beberkan Rapor Merah 602 Kasus Kekerasan Polri di Depan Gedung ASEAN
-
Presiden Belarus Tiba di Jakarta, Disambut Menhan Sjafrie Sjamsoeddin
-
Dapat Kado Keranda Mayat dari BEM UI, Kapolri Akui Polri Belum Sempurna dan Butuh Kritik
-
Kepalanya Busuk, Bawahnya Pasti Busuk! BEM UI Meradang Usai Aksi Bawa Keranda Dihadang
-
Kado Keranda Mayat BEM UI Dilucuti Polisi, Demo #MatinyaReformasiPolri Ricuh
-
Tarif Transjabodetabek Bisa Berubah Total, Pola Jauh-Dekat Beda Harga
-
Buntut 5 Peserta Tewas, Kemhan Pangkas Durasi Latihan SPPI Jadi 2 Pekan
-
Disekat Mulai dari Pintu Masuk! Begini Skenario Ketat Sidang Perdana dr Tifa Besok
-
Drama Penyekapan Senen: Korban yang Disekap dan Dirantai Kini Dilaporkan Kasus Pencurian