News / Metropolitan
Minggu, 17 Mei 2026 | 05:15 WIB
Ribuan Umat Larut dalam Doa Bersama Waisak, Pesan Tekad Awal Menggema [istimewa]
Baca 10 detik
  • Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia memperingati Hari Tri Suci Waisak di Aula Jing Si, Jakarta, pada 10 Mei 2026.
  • Acara tersebut merayakan enam dekade perjalanan Tzu Chi sekaligus merefleksikan nilai-nilai kebaikan melalui ritual pemandian rupang Buddha.
  • Peserta membentuk formasi bertuliskan Mo Wang Chu Xin sebagai pengingat bagi seluruh relawan agar menjaga tekad pelayanan kemanusiaan.

Suara.com - Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia menggelar peringatan Hari Tri Suci Waisak melalui acara “Doa Bersama Waisak” di Aula Jing Si, Tzu Chi Center, Minggu (10/5/2026).

Kegiatan berlangsung khidmat dengan diikuti para biksu, relawan, serta umat Buddha dalam suasana hening dan penuh refleksi.

Prosesi doa bersama dipusatkan di area Taman Teratai. Barisan peserta tampak tersusun rapi mengelilingi lokasi acara, menghadirkan nuansa sakral sepanjang rangkaian kegiatan berlangsung.

Peringatan Waisak tahun ini juga memiliki makna khusus karena bertepatan dengan Hari Ibu Internasional, Hari Tzu Chi Sedunia, sekaligus perayaan 60 tahun perjalanan Tzu Chi di dunia.

Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Liu Su Mei, mengatakan momentum tersebut menjadi refleksi penting bagi seluruh relawan dan umat Buddha.

“Tahun ini Tzu Chi menginjak 60 tahun, juga bertepatan dengan ulang tahun Master Cheng Yen ke-90 tahun yang dirayakan begitu khidmat di Taman Teratai,” ujar Liu Su Mei.

Salah satu prosesi yang paling menyita perhatian adalah pemandian rupang Buddha. Ritual itu dimaknai sebagai simbol pembersihan batin sekaligus pengingat agar setiap individu terus menanamkan nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam acara tersebut, para peserta juga membentuk formasi besar bertuliskan “Mo Wang Chu Xin”. Tulisan itu menjadi simbol utama dalam peringatan Waisak tahun ini.

Relawan Buddha Tzu Chi, Amelia Devina, menjelaskan bahwa “Mo Wang Chu Xin” memiliki arti jangan melupakan tekad awal saat mulai melayani dan berbuat baik.

Baca Juga: Demi Children of Heaven, Hanung Bramantyo Minta Manoj Punjabi Keluar dari Zona Nyaman

“Jadi tulisan Mo Wang Chu Xin artinya jangan lupa dengan tekad awal kita,” kata Amelia.

Menurutnya, pesan tersebut menjadi pengingat bagi seluruh relawan untuk kembali memahami niat awal ketika memutuskan bergabung bersama Tzu Chi dan menjalani semangat Bodhisattva.

“Kita berharap semua relawan kembali ingat dan mengenang kembali tekad awal kenapa kita mau jadi relawan dan menjalani semangat Boddhisattva ini,” ucapnya.

Nuansa khidmat juga terlihat dari kehadiran para biksu berjubah cokelat yang mengikuti doa bersama dengan penuh ketenangan.

Sementara para relawan berdiri dalam formasi besar mengelilingi area kegiatan sebagai simbol kebersamaan dan pelayanan.

Melalui pesan “jangan lupa tekad awal”, Tzu Chi ingin mengajak seluruh relawan dan umat untuk terus menjaga nilai dasar kemanusiaan, seperti cinta kasih, kepedulian, dan tindakan nyata bagi sesama.

Load More