Suara.com - Ribuan warga senang dan antusias terhadap pelaksanaan Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran di Kabupaten Sumedang, Sabtu (2/5/2026) malam, mulai dari pedagang hingga komunitas merasakan dampak positif dari kegiatan tersebut.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengatakan, setiap kegiatan kebudayaan pasti juga akan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat.
"Potensi ekonomi pasti tinggi. Setiap kegiatan seperti ini juga melahirkan usaha mikro kecil menengah (UMKM) baru. Ini kan tergolong mendadak, tahun depan Sumedang akan berdandan pasti potensinya akan jauh lebih baik," ujar KDM, sapaan akrab gubernur.
Sementara itu Lilis, warga dari Gunung Puyuh Permai mengaku senang dan antusias menunggu arak-arakan di depan Alun-alun Sumedang. Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran diawali dengan acara mengarak Mahkota Binokasih yang diiringi kereta kencana. Arak-arakan melintasi jalan utama Kabupaten Sumedang.
"Seneng lihat acara budaya seperti ini, ajak anak sama suami nonton ke Alun-alun," ujarnya.
Asep, dari kelompok paguyuban Asep Sumedang mendukung kegiatan peringatan Tatar Sunda. Menurutnya kegiatan kebudayaan harus terus dilestarikan dan dikenalkan kepada anak muda.
"Setuju kalau diselenggarakan setiap tahun," tambahnya.
Penjual es teh di Alun-alun, Santi mengaku hari ini sudah tiga galon air es teh yang terjual, sedangkan pada hari biasa hanya habis satu galon.
"Alhamdulillah, kalau ada acara seperti ini penjualan naik banyak. Sering-sering saja acara seperti ini biar laku banyak," katanya.
Baca Juga: Pesan Mendalam Kang Dedi untuk Bobotoh: Jangan Nodai Kemenangan Persib dengan Keributan
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menuturkan, kamar hotel penuh oleh tamu yang ingin berlibur panjang di Sumedang sekaligus menonton kirab budaya.
"Hotel penuh, restoran penuh dan saya yakin UMKM di Sumedang senang dan berkembang. Terima kasih atas inisiasi kegiatan ini di Sumedang," tuturnya. ***
Berita Terkait
-
Dedi Mulyadi Panen Kritik, Gelar Kirab Bak Raja di Tengah Ekonomi Tercekik
-
Tindak Lanjut Usai Kirab Budaya, KDM Bakal Tata Fasilitas Seni dan Budaya di Jabar
-
Menakar Wacana Dedi Mulyadi: Mungkinkah Jawa Barat Hidup Tanpa Pajak Kendaraan?
-
Apa Itu Jalan Berbayar? Wacana Dedi Mulyadi Guna Hapus Pajak Kendaraan
-
Gebrakan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Hapus Pajak Kendaraan Tahunan, Pemilik Mobil Untung Jika...
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Kecil Korban Bullying Besar Jadi Pembunuh Hamas, Ini Tampang Direktur Mossad Baru Roman Gofman
-
Kementerian P2MI Luncurkan Gerakan Nasional Migran Aman untuk Perkuat Pelindungan PMI
-
Prabowo Tambah Kekuatan Militer RI, 6 Jet Rafale hingga Rudal Meteor Diserahkan ke TNI
-
Jakarta Catat 6 Suspek Hantavirus, Aktivitas Bersih-Bersih Rumah Bisa Jadi Pemicu Paparan
-
Guntur Romli Soal Ucapan 'Rakyat Desa Tak Pakai Dolar': Kalau di Cerdas Cermat, Skornya Minus 5
-
Bagi Masyarakat Adat Malaumkarta, Egek Jadi Ritual Menjaga Laut dari Ancaman Eksploitasi
-
Aturan Pilah Sampah DKI Dikritik, Mengapa Beban Lebih Banyak ke Warga?
-
Pramono Anung Pasang Mata di Seluruh Jakarta, Tawuran dan Kriminalitas Diburu CCTV
-
Batal Diperiksa Hari Ini untuk Kasus Haji, Muhadjir Effendy Minta KPK Tunda Jadwal Pemeriksaan
-
DPR Sebut Pernyataan Prabowo soal 'Rakyat di Desa Tak Pakai Dolar' untuk Menenangkan Masyarakat