News / Internasional
Senin, 18 Mei 2026 | 14:16 WIB
Kapal Perang Amerika Serikat (CENTROM)
Baca 10 detik
  • Amerika Serikat mengirimkan amunisi dalam jumlah besar ke Tel Aviv guna mengantisipasi eskalasi konflik militer dengan Iran.
  • Militer Israel meningkatkan status siaga tempur tinggi untuk mendukung kemungkinan operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran.
  • Israel diduga mengoperasikan fasilitas militer rahasia di wilayah Irak sebagai pusat dukungan udara dan bantuan medis.

Suara.com - Kekhawatiran akan meletusnya babak baru konflik di Timur Tengah semakin meningkat setelah puluhan pesawat kargo militer Amerika Serikat dilaporkan mendarat di Tel Aviv untuk mengirimkan amunisi dalam jumlah besar.

Pengiriman logistik militer dari pangkalan AS di Jerman itu disebut-sebut sebagai bagian dari persiapan menghadapi kemungkinan eskalasi konflik dengan Republik Islam Iran.

Situasi semakin memanas setelah Senator Partai Republik, Lindsey Graham, secara terbuka mendorong Donald Trump untuk menargetkan infrastruktur energi Iran apabila Teheran menolak kesepakatan nuklir baru.

Sinyal Eskalasi dari Washington dan Tel Aviv

Stasiun televisi Israel, Channel 13, pertama kali melaporkan kedatangan puluhan pesawat militer AS yang membawa amunisi ke wilayah Israel dalam 24 jam terakhir.

Laporan mengenai peningkatan aktivitas angkutan udara militer AS ke Israel juga telah beberapa kali muncul dalam beberapa bulan terakhir di tengah memanasnya situasi kawasan.

Di saat bersamaan, Lindsey Graham menyerukan peningkatan tekanan terhadap Iran dengan menargetkan sektor energi negara tersebut.

“Sakitilah mereka lebih parah. Mungkin mereka akan membuat kesepakatan jika Anda cukup menyakiti mereka,” ujar Graham kepada NBC.

Ia juga menuduh Iran sengaja mengulur waktu dalam proses negosiasi nuklir yang tengah berlangsung.

Baca Juga: FIFA Gelar Pertemuan Mendadak dengan Federasi Iran di Turki, Ada Masalah Apa?

Israel Tingkatkan Status Siaga Tempur

Pernyataan Graham memicu kritik karena dinilai mendorong tindakan yang bertentangan dengan hukum internasional, khususnya terkait perlindungan infrastruktur sipil.

Sejalan dengan meningkatnya ketegangan, militer Israel dilaporkan menaikkan status kewaspadaan ke level siaga tempur tinggi.

Stasiun televisi publik Israel, Kan, mengutip pejabat keamanan anonim yang menyebut Israel siap mendukung kemungkinan operasi militer baru AS terhadap Iran.

Kan juga melaporkan bahwa Donald Trump dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, baru-baru ini melakukan percakapan telepon selama sekitar 30 menit untuk membahas perkembangan situasi regional.

Sementara itu, Channel 12 menyebut militer Israel kini mengharapkan pemberitahuan dini sebelum kemungkinan serangan AS diluncurkan.

Load More