News / Nasional
Senin, 18 Mei 2026 | 17:12 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa minta masyarakat jangan risau gegara rupiah lemah . [Dok. Kemenkeu]
Baca 10 detik
  • Menkeu Purbaya meminta masyarakat tetap tenang meskipun nilai tukar rupiah melemah hingga Rp17.660 per dolar AS.
  • Pemerintah mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,6 persen pada triwulan pertama 2026 berkat reformasi kebijakan serta sektor swasta.
  • Purbaya menegaskan fundamental ekonomi dan fiskal Indonesia tetap terjaga baik di tengah tantangan tekanan kondisi perekonomian global saat ini.

Suara.com - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, meminta masyarakat tidak perlu risau terhadap nilai tukar rupiah pada dolar AS yang kian melemah.

Ia menekankan bahwa pemerintah terus berupaya memperbaiki kondisi ekonomi negara.

"Jadi jangan khawatir. Kita betul-betul memperbaiki ekonomi dan sudah kelihatan di triwulan keempat dan triwulan pertama tahun ini. Kita sudah tumbuh semakin cepat dan kita akan jaga terus supaya lebih cepat lagi," kata Purbaya di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (18/5/2026).

Purbaya mengingatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan pertama 2026 yang mencapai 5,6 persen.

Ia menekankan bahwa pertumbuhan tersebut dicapai di tengah goncangan terhadap perekonomian global.

"Jadi itu suatu prestasi yang luar biasa karena kebijakan Bapak Presiden melakukan reformasi betul-betul dilakukan sebelum ada negative shock dari global. Jadi strategi pembangunannya amat baik dari Bapak Presiden," kata Purbaya.

Meski nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ambles pada hari ini menyentuh Rp17.660, Purbaya mengatakan Indonesia memiliki fundamental ekonomi yang bagus.

"Nggak usah takut, fundamental ekonomi kita bagus, fiskal kita bagus. Besok saya akan jumpa pers masalah APBN, APBN kita yang sebagian termasuk majalah Economist bilang berantakan, itu nggak. Kita bagus sekali. Dan mereka gak ngerti apa yang kita kerjakan," tutur Purbaya.

"Strategi kita bukan hanya belanja pemerintah, tapi kita juga mengaktifkan sektor swasta. Makanya pertumbuhan ekonomi bisa 5.6 (persen) triwulan pertama karena swasta juga mulai bergerak bukan hanya government aja," sambungnya.

Baca Juga: RI Mau Beli Jet Tempur KF-21 hingga Sukhoi Su-35, Purbaya: Saya Cuma Bagian Bayar

Prabowo Ngerti Rupiah

Sebelumnya Purbaya menjelaskan pernyataan Prabowo yang menyebut orang di desa tidak pakai dolar. Purbaya menegaskan bahwa pernyataan itu sebatas untuk menghibur.

Presiden Prabowo Subianto berpidato pada peresmian 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

"Untuk menghibur rakyat aja di situ. Saya lihat konteksnya di perdesaan waktu kemarin itu, enggak papa ngomong begitu," kata Purbaya sesaat sebelum menghadap Prabowo di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (18/5/2026).

Purbaya menampik anggapan pernyataan tersebut mencerminkan ketidaktahuan Prabowo soal melemahnya rupiah. Sebaliknya, Purbaya menilai Prabowo mengetahui persoalan.

Ia lantas memberikan konteks mengapa pernyataan orang desa tidak pakar dolar disampaikan oleh kepala negara.

"Saya jelasin dulu konteksnya begini. Itu kan bicara di pedesaan, itu konteksnya di situ untuk orang sana. Bukan berarti Pak Presiden nggak ngerti rupiah, dia kan jago, beneran. Jadi konteksnya seperti itu," kata Purbaya.

Load More