- Bareskrim Polri menangkap Bripka DW di Samarinda karena terlibat jaringan pengedar narkoba sebagai pengawas atau sniper.
- Pelaku positif narkoba setelah tes urine dan saat ini sedang menjalani proses hukum etik serta pidana.
- Polisi menangkap 13 tersangka dalam operasi jaringan narkoba terorganisir yang telah beroperasi empat tahun di Samarinda.
Suara.com - Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri mengungkap keterlibatan anggota polisi dalam jaringan kampung narkoba di Gang Langgar, Samarinda, Kalimantan Timur.
Anggota polisi tersebut diketahui berinisial Bripka DW alias Dedy Wiratama. Ia diduga berperan sebagai 'sniper' atau pengawas dalam sistem pengamanan peredaran narkoba yang telah berjalan selama bertahun-tahun di kawasan tersebut.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso mengatakan, Bripka DW kini sedang menjalani pemeriksaan terkait pelanggaran Kode Etik Profesi Polri (KEPP).
“Yang bersangkutan sudah diamankan Satuan Brimobda Kaltim,” kata Eko di Jakarta, Senin (18/5/2026).
Menurut Eko, hasil pemeriksaan urine terhadap Bripka DW menunjukkan yang bersangkutan positif mengonsumsi narkoba.
Meski saat ini masih diproses etik, Bareskrim memastikan Bripka DW juga akan diproses pidana dalam kasus narkotika tersebut.
Puluhan 'Sniper'
Keterlibatan Bripka DW terungkap dalam penggerebekan kampung narkoba di Gang Langgar, Samarinda, yang disebut memiliki sistem pengamanan terstruktur layaknya operasi terorganisir.
Polisi menemukan adanya jaringan pengawas berkode 'Sniper' yang bertugas memantau situasi di sekitar lokasi transaksi narkoba. Para pengawas itu saling terhubung menggunakan handy talky (HT).
Baca Juga: Kisahnya Viral, DPR Sebut Kematian Siswa karena Sepatu Kekecilan Jadi Alarm Keras Sistem Pendidikan
“Penjualan loket narkoba Gg. Langgar, tersangka yang berperan sebagai 'Sniper' (pengawas) berada di depan Alfamart akan memberikan kode ‘masuk-masuk’ menggunakan tangan secara tersirat,” ungkap Eko.
Tak hanya satu atau dua orang, polisi mencatat ada 21 pengawas yang berjaga di sepanjang jalan menuju lokasi transaksi di Blok F Gang Langgar.
“Sepanjang jalan sebelum mencapai ke Blok F terdapat 21 pengawas yang memegang handy talky termasuk untuk menuntun pengguna yang akan membeli narkoba di Lapak Gg. Langgar Blok F,” beber Eko.
Sistem penjagaan dibuat berlapis. Pembeli yang datang ke lokasi bahkan diatur agar masuk satu per satu demi menghindari kecurigaan aparat.
“Kemudian pada Perempatan gang Blok F gang Langgar, Sniper mewajibkan hanya 1 orang pengendara saja yang dapat masuk ke lokasi penjualan Narkoba tersebut. Apabila berboncengan salah satu harus turun dan menunggu di perempatan Blok F yang mana diawasi oleh para Sniper,” tutur Eko.
Dari hasil penyelidikan, polisi mengungkap kampung narkoba itu sudah beroperasi selama empat tahun. Dalam sehari, transaksi sabu disebut bisa mencapai 1.000 hingga 1.200 klip kecil dengan harga Rp150 ribu per paket.
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
Terkini
-
Gercep Bangun Mobil Transparan Request Prabowo, Pindad: Tunggu Tanggal Mainya
-
Terseret Kasus Korupsi, Noel Ebenezer Ngaku Menyesal Pernah Jadi Wamenaker
-
Mau Berangkat Haji, Menkeu Purbaya Ngaku Masih Sering Lupa Doa Meski Sudah Belajar
-
DPR Dukung Pemerintah Desak PBB dan AS Segera Bebaskan Jurnalis RI yang Ditahan Israel
-
Tanya Dolar ke Menkeu, Prabowo-Purbaya Ngobrol soal Fondasi Ekonomi
-
Pramono Anung Jajal Naik Ring di Kolong Flyover Pasar Rebo
-
Menteri PPPA Dorong Polisi Kejar Bukti Digital Kasus Eksploitasi Anak oleh WNA Jepang di Blok M
-
Pramono Anung: Ring Tinju Redam Geng Jalanan Jakarta Timur, Saya Bangun Lagi di Kampung Melayu
-
Eks Kasat Narkoba Kutai Barat AKP Deky Dibekuk Bareskrim, Diduga Jadi Beking Bandar Sabu!
-
Sempat Ajukan Penundaan Pemeriksaan dalam Kasus Haji, Muhadjir Effendy Tiba-tiba Muncul di KPK