News / Nasional
Selasa, 19 Mei 2026 | 15:07 WIB
Ilustrasi kekerasan seksual pada anak [SuaraJogja.com/Ema Rohimah]
Baca 10 detik
  • Seorang pria di Duri Kepa, Jakarta Barat, ditangkap polisi karena mencabuli siswi SD tetangganya secara berulang sejak 2022.
  • Pelaku memanfaatkan kepercayaan orang tua korban yang sering menitipkan anaknya karena harus bekerja hingga larut malam.
  • Kasus ini terungkap melalui laporan pihak sekolah pada Mei 2026 setelah korban berani menceritakan peristiwa traumatis tersebut.

Suara.com - Kedok seorang pria berinisial (50) yang dikenal sebagai tukang rujak sekaligus sosok religius di lingkungannya di Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, akhirnya terbongkar. Pria paruh baya tersebut kini harus berhadapan dengan hukum setelah diduga melakukan pencabulan berulang terhadap seorang siswi sekolah dasar (SD) yang tinggal di dekat rumahnya.

Pelaku memanfaatkan kepercayaan penuh dari orang tua korban yang kerap menitipkan anaknya karena tuntutan pekerjaan.

Kepala Satuan Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA-PPO) Polres Metro Jakarta Barat Kompol Nunu Suparmi mengungkapkan bahwa hubungan antara pelaku dan korban sudah terjalin sangat lama, bahkan sejak korban masih balita.

"Sebagai tetangga dekat yang sudah dikenal korban, sejak korban berumur lima tahun. Kedua orang tuanya (korban) mempunyai pekerjaan yang pulang terkadang sampai larut malam, sehingga sering menitipkan korban ke pelaku," tutur Nunu saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (19/5).

Kepercayaan orang tua tersebut rupanya disalahgunakan oleh pelaku untuk melancarkan aksi bejatnya. Dengan iming-iming materi dan perhatian semu, pelaku berhasil menjerat psikologis korban agar tidak curiga.

"Sehingga korban sudah merasa percaya kepada pelaku, dan pelaku sering memberikan uang Rp5 ribu-Rp10 ribu dan jajanan kepada korban," ujar Nunu.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, aksi pelecehan ini bukanlah kejadian tunggal. Pelaku mengaku telah mengeksploitasi korban selama bertahun-tahun, terhitung sejak tahun 2022 hingga terakhir kali pada Maret 2026.

"Dengan total kejadian kurang lebih empat kali di berbagai lokasi," kata Nunu.

Selama bertahun-tahun pula korban memilih bungkam karena dirundung rasa takut. Kebenaran baru terungkap setelah korban memberanikan diri bercerita kepada temannya, yang kemudian meneruskan informasi tersebut kepada pihak sekolah.

Baca Juga: Guru yang Cabuli 4 Santri di Ponpes Lombok Tengah Ternyata Aktif di Aplikasi Kencan Gay

"Guru sekolah bernama D menerima laporan tersebut pada 12 Mei 2026. Barulah ibu korban, S, mengetahui dan melaporkan ke Polres Metro Jakarta Barat," ujar Nunu.

Kabar ini sempat memicu amuk massa pada Rabu (13/5) malam. Warga yang tidak menyangka sosok penjual rujak yang aktif dalam kegiatan keagamaan tersebut tega berbuat asusila, sempat mengepung rumah pelaku di Jalan Guji Baru sebelum polisi datang mengamankan situasi.

Ketua lingkungan setempat, Asarkat, membenarkan bahwa laporan awal memang bermula dari kepedulian pihak sekolah yang mendeteksi adanya kejanggalan pada siswinya.

“Menurut pengakuan dari pihak orang tua, kasus itu sudah dilaporkan terkait dugaan pelecehan,” ungkap Asarkat pada 14 Mei 2026.

Meski pelaku sudah diamankan, pihak lingkungan masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut mengenai detail kejadian.

“Kejadiannya kapan, kami belum tahu pasti. Tapi setahu saya, yang menindaklanjuti awalnya dari pihak sekolah,” tutur Asarkat.

Load More