-
Video unggahan Menteri Israel Itamar Ben-Gvir memicu kecaman global karena melecehkan martabat ratusan aktivis.
-
Banyak negara memanggil Duta Besar Israel akibat penahanan dan perlakuan buruk terhadap warga mereka.
-
Sebanyak 430 aktivis kemanusiaan Global Sumud Flotilla ditangkap militer Israel dalam perjalanan ke Gaza.
Suara.com - Aksi arogan Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, yang memamerkan video penyiksaan psikologis terhadap ratusan aktivis kemanusiaan Global Sumud Flotilla memicu krisis diplomatik global yang meluas. Langkah provokatif ini membalikkan narasi pertahanan Israel menjadi pembuktian nyata atas pelanggaran hukum internasional di mata dunia.
Gelombang pemanggilan Duta Besar Israel oleh negara-negara sekutu Barat menandai titik balik penting dalam menyikapi konflik ini. Penghinaan terhadap warga sipil lintas negara di dalam rekaman tersebut tidak lagi dipandang sebagai isu domestik Israel, melainkan ancaman langsung terhadap kedaulatan negara lain.
Dikutip dari akun Instagram Anadolu, potret para relawan internasional yang dipaksa berlutut dengan tangan terikat sembari mendengarkan lagu kebangsaan Israel memicu kemarahan mendalam. Tindakan yang awalnya dimaksudkan sebagai unjuk kekuatan oleh Ben-Gvir kini justru menjadi bukti hukum yang menyudutkan Tel Aviv.
Sebanyak 430 aktivis dari armada Global Sumud Flotilla yang sedang membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza kini disandera di fasilitas penahanan Israel. Penangkapan di perairan internasional ini dianggap sebagai tindakan pembajakan yang melanggar batas-batas hukum laut dunia.
Reaksi keras langsung datang dari Pemimpin Italia yang mendapati banyak warga negaranya menjadi korban dalam aksi penangkapan sepihak tersebut.
Eropa kini bersatu memberikan tekanan diplomatik serupa setelah Belanda melihat adanya pelanggaran hak asasi yang nyata dalam video tersebut.
Belanda juga akan memanggil duta besar Israel, karena Menteri Luar Negeri Belanda Tom Berendsen mengatakan bahwa "perlakuan Ben-Gvir terhadap para tahanan melanggar martabat manusia".
Pertanyaan mendasar mengenai legalitas operasi militer Israel di wilayah perairan internasional juga digugat keras oleh pemerintah Asia.
Pelayaran Global Sumud Flotilla merupakan respons sipil internasional terhadap blokade jangka panjang yang diterapkan Israel di Jalur Gaza. Blokade ini telah memutus akses warga Gaza terhadap kebutuhan pokok, obat-obatan, dan bantuan kemanusiaan dasar selama bertahun-tahun.
Baca Juga: Menlu Ungkap Kendala Pembebasan 9 WNI di Israel: RI Pakai Jalur Turki, Yordania, dan Lembaga HAM
Kehadiran para aktivis dari berbagai penjuru dunia ini bertujuan untuk menembus barikade militer secara damai demi menyalurkan bantuan logistik. Namun, respons militer dan penghinaan visual oleh pejabat tinggi Israel kini justru memicu eskalasi konflik baru dengan negara-negara asal relawan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Kata-kata Benjamin Netanyahu Aktivis Global Sumud Flotilla Diperlakukan Tak Manusiawi
-
Jaksa Ungkap Ada Kode Amplop 1 untuk Dirjen Bea Cukai Djaka Budi dalam Kasus Blueray
-
Menlu Sugiono Pastikan Pemerintah Terus Upayakan Pemulangan 9 WNI dari Israel
-
Menteri PPPA Respons Dugaan Kadis P3A Sarankan Korban Kekerasan Seksual Nikahi Pelaku
-
Terekam CCTV Keluar Hotel Sendirian, Jemaah Haji Indonesia Hilang Misterius di Makkah
-
Kejagung Mulai Lelang Aset Harvey Moeis, Kapuspenkum: Kami Transparan
-
Sekolah Rakyat Hadir di Daerah 3T, Anggota DPR RI: Sangat Dirasakan Manfaatnya
-
"Jangan Melawan, Video Saja", Pesan Tegas Prabowo ke Rakyat Hadapi Aparat Tak Beres
-
Warga Daerah Cuma Dapat Makan, KPK Sebut Duit Program MBG Balik Lagi ke Kota Besar
-
Terbukti Palsu, 14 Jam Tangan Mewah Jimmy Sutopo Ternyata Cuma Barang KW