-
Video intimidasi menteri Itamar Ben-Gvir memicu keretakan besar di dalam kabinet Benjamin Netanyahu.
-
Negara-negara Barat kompak mengecam perlakuan tidak manusiawi terhadap ratusan aktivis kemanusiaan Gaza.
-
Netanyahu memerintahkan deportasi cepat bagi seluruh aktivis guna meredam eskalasi konflik diplomatik.
Suara.com - Aksi provokatif Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, yang mengunggah video intimidasi terhadap ratusan aktivis kemanusiaan Gaza Global Sumud Flotilla justru menjadi bumerang bagi negaranya. Tindakan tersebut memicu keretakan domestik yang tajam sekaligus gelombang kecaman diplomatik dari berbagai belahan dunia.
Peristiwa ini membongkar rapuhnya koordinasi internal kabinet Israel dalam merespons tekanan internasional terkait blokade kemanusiaan. Sentimen negatif global kini bergeser, dari yang semula fokus pada aksi pencegatan kapal menjadi sorotan tajam atas pelanggaran hak asasi manusia.
Alih-alih memperkuat posisi politik Israel, flexing kekuasaan Ben-Gvir dinilai meruntuhkan narasi pembelaan diri yang selama ini dibangun Yerusalem. Isu ini dengan cepat memantik respons keras dari sekutu Barat hingga negara-negara Timur Tengah.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu langsung mengambil jarak dari tindakan menteri sayap kanan tersebut demi meredam gejolak geopolitik. Meski mendukung pembatasan wilayah, Netanyahu menegaskan bahwa metode yang dipamerkan sang menteri telah melanggar batas norma.
"Meskipun Israel memiliki hak penuh untuk menghentikan armada provokatif dari para pendukung teroris Hamas, cara Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir memperlakukan para aktivis tidak sejalan dengan nilai dan norma Israel," ujar Netanyahu dikutip dari AP.
Dalam rekaman video yang dirilis hari Rabu, Ben-Gvir tampak berjalan congkak di antara sekitar 430 aktivis yang ditahan dengan tangan terikat. Sebagian besar tahanan dipaksa berlutut hingga kepala mereka menyentuh lantai ruang tahanan darurat di dek kapal.
"Selamat datang di Israel, kamilah tuan tanahnya," kata Ben-Gvir sambil melambaikan bendera besar Israel.
Ketika seorang aktivis berteriak "Bebaskan Palestina", petugas keamanan langsung membantingnya ke lantai secara kasar di depan kamera. Pada cuplikan lain, Ben-Gvir kembali melontarkan kalimat ejekan yang merendahkan martabat para tahanan kemanusiaan tersebut.
"Mereka datang ke sini penuh kebanggaan seperti pahlawan besar. Lihat mereka sekarang," ucap Ben-Gvir.
Baca Juga: No Deel! Arsenal Baru Juara Kini Dihantam Kontroversi Sponsor Israel
Tindakan itu sengaja dipublikasikan untuk menekan perdana menteri agar memberikan otoritas penuh kepadanya dalam menjatuhkan hukuman. Ben-Gvir secara terbuka menuntut ruang gerak yang lebih luas untuk memenjarakan para aktivis tersebut.
"Saya katakan kepada Perdana Menteri Netanyahu, serahkan mereka kepada saya untuk waktu yang sangat lama, serahkan mereka kepada kami untuk penjara teroris," kata Ben-Gvir.
Aksi sepihak ini langsung menyulut kemarahan Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, yang melihat dampak buruknya terhadap diplomasi luar negeri. Melalui platform X, Saar secara terbuka menyerang rekan sejawatnya tersebut karena dianggap mempermalukan negara di panggung internasional.
"Anda dengan sengaja menyebabkan kerugian bagi Negara kita dalam pertunjukan yang memalukan ini. Tidak, Anda bukan wajah Israel," tulis Saar.
Konfrontasi tersebut menjalar hingga ke ruang parlemen Israel ketika kedua pejabat tinggi ini saling melemparkan argumen sengit. Ben-Gvir membalas tuduhan tersebut dengan menuding Saar telah memperlihatkan mentalitas yang lemah di hadapan musuh.
Ben-Gvir menuduh Saar telah "tunduk pada teroris" dan menyatakan bahwa permintaan maaf apa pun dari Israel akan mengirimkan pesan "kelemahan", "ketundukan", dan "penyerahan diri".
Berita Terkait
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Video Aktivis Global Sumud Flotilla Dirilis Menteri Israel, Disuruh Sujud Sambil Tangan Diikat
-
Kata-kata Benjamin Netanyahu Aktivis Global Sumud Flotilla Diperlakukan Tak Manusiawi
-
Jaksa Ungkap Ada Kode Amplop 1 untuk Dirjen Bea Cukai Djaka Budi dalam Kasus Blueray
-
Menlu Sugiono Pastikan Pemerintah Terus Upayakan Pemulangan 9 WNI dari Israel
-
Menteri PPPA Respons Dugaan Kadis P3A Sarankan Korban Kekerasan Seksual Nikahi Pelaku
-
Terekam CCTV Keluar Hotel Sendirian, Jemaah Haji Indonesia Hilang Misterius di Makkah
-
Kejagung Mulai Lelang Aset Harvey Moeis, Kapuspenkum: Kami Transparan
-
Sekolah Rakyat Hadir di Daerah 3T, Anggota DPR RI: Sangat Dirasakan Manfaatnya
-
"Jangan Melawan, Video Saja", Pesan Tegas Prabowo ke Rakyat Hadapi Aparat Tak Beres
-
Warga Daerah Cuma Dapat Makan, KPK Sebut Duit Program MBG Balik Lagi ke Kota Besar