- KPAI mengungkap modus peredaran narkoba melalui produk gaya hidup anak muda seperti vape dan makanan bagi pelajar.
- Sebanyak 38.934 kasus narkoba tercatat di Indonesia sepanjang Januari hingga Oktober 2025 menurut data temuan PPATK.
- KPAI mengimbau orang tua meningkatkan pengawasan ketat terhadap pola konsumsi dan perilaku anak guna mencegah penyalahgunaan narkotika.
Suara.com - Modus peredaran zat adiktif dan narkotika di Indonesia dinilai semakin licik. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) membongkar bahwa jaringan pengedar narkoba saat ini melakukan kamuflase yang sangat cair melalui industri yang dekat dengan gaya hidup anak muda.
Wakil Ketua KPAI, Jasra Putra, mengingatkan para orang tua untuk meningkatkan kewaspadaan karena target utama dari peredaran gelap ini menyasar populasi produktif, terutama kelompok usia pelajar berkisar antara 11 hingga 24 tahun.
"Sindikat narkotika kini menyusup melalui tren penggunaan rokok elektrik seperti vape dan pods, menggunakan zat senyawa cair seperti avetamin dan etomida, hingga merambah ke makanan dan minuman konsumsi harian anak," jelas Jasra, Kamis (21/5/2026).
Berdasarkan data nasional yang dihimpun Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), sepanjang periode Januari hingga Oktober 2025 saja, telah terungkap sebanyak 38.934 kasus narkoba di Indonesia.
Angka masif ini membuktikan betapa gurita bisnis barang haram tersebut belum mereda dan terus mengintai anak-anak.
Melihat kondisi tersebut, KPAI mengeluarkan imbauan tegas kepada para orang tua di rumah agar memperketat pengawasan terhadap konsumsi harian anak-anak mereka.
KPAI pun mengimbau para orang tua untuk memperketat pengawasan terhadap perubahan perilaku anak, meluangkan waktu berkomunikasi, serta secara aktif memantau jaminan mutu makanan juga obat yang dikonsumsi anak sehari-hari agar tidak terjebak zat adiktif terselubung.
"Melindungi anak-anak dari Tramadol dan narkotika adalah babak perlawanan bersama yang membutuhkan integrasi kuat antara kebijakan negara, penegakan hukum, dan ketahanan pengasuhan di rumah," pesannya.
Baca Juga: BNN Sita Narkotika Senilai Rp211,4 Miliar dalam Operasi Saber Bersinar
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Kronologi Begal Kertapati: 2 Pelaku Bawa Parang, Kejar Korban hingga Berujung Maut
-
Sering Dianggap Cuma Kelelahan, Katup Jantung Bocor Bisa Ditangani Tanpa Operasi Terbuka
-
Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar di OKI, Uang Pengganti 3 Terdakwa Tembus Rp9 Miliar
-
Buaya Muara 3 Meter Mendadak Muncul di Pantai Pasir Putih Cihara
-
Tenis Meja Indonesia Bidik 8 Besar di Asian Games 2026
-
Gempa NTT, PDIP Kirim Bantuan Khusus untuk Ibu Hamil dan Anak
-
Diisukan Ada OTT KPK, Begini Kondisi Kompleks Pemkab Bogor Malam Ini
-
Yasonna Laoly Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas Usulan Prabowo: Demi Kepentingan Nasional
-
Purbaya: Pembatasan Subsidi BBM Hemat Anggaran 10 Persen
-
Sudah Beroperasi Tanpa Tarif, Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi Bayung Lencir-Pijoan Segera Bertarif