- Anggota DPR Martin Tumbelaka mendesak polisi mengusut tuntas penyerangan yang menewaskan tiga personel Polri di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.
- Pelaku penyerangan harus diberikan hukuman berat sebagai efek jera agar tidak ada lagi perlawanan terhadap aparat penegak hukum.
- Polri diminta membongkar total jaringan kejahatan, termasuk pihak provokator serta sumber senjata api rakitan di lokasi kejadian tersebut.
Suara.com - Anggota Komisi III DPR RI Martin Tumbelaka mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas penyerangan terhadap personel Polri saat penggerebekan kasus narkoba di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, yang menewaskan tiga anggota polisi. Menurutnya, hukuman berat harus dijatuhkan kepada seluruh pelaku agar memberikan efek jera.
Martin mengecam keras aksi perlawanan terhadap aparat penegak hukum yang tengah menjalankan tugas. Dia menilai tindakan tersebut merupakan bentuk kejahatan serius yang tidak boleh ditoleransi.
"Setelah ditangkap, pastikan mereka diberikan hukuman yang seberat-beratnya agar ada efek jera. Tidak boleh ada kompromi bagi pembunuh aparat negara," kata Martin dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Selain menghukum pelaku lapangan, Martin meminta kepolisian mengembangkan penyelidikan hingga mengungkap pihak-pihak yang berada di balik penyerangan tersebut. Dia menilai jaringan yang mendukung aktivitas kejahatan di lokasi harus dibongkar secara menyeluruh.
"Cari tahu siapa yang memprovokasi warga, siapa yang menyembunyikan hingga dari mana para pelaku ini mendapatkan senjata api rakitan. Ekosistem kejahatan di desa tersebut harus dibongkar total," ujarnya.
Martin juga mengingatkan komitmen Polri dalam memberantas peredaran narkoba harus terus dijalankan tanpa gentar. Menurutnya, negara tidak boleh kalah menghadapi sindikat narkoba maupun kelompok yang berupaya melindungi pelaku kejahatan.
"Negara tidak boleh mundur dan tidak boleh kalah oleh sindikat narkoba maupun kelompok massa yang melindungi kejahatan," ucap Martin.
Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri menyatakan akan memberikan dukungan penuh dalam penanganan kasus narkoba di Kalimantan Tengah setelah gugurnya personel Polres Katingan, Aipda Yudhi Perdana Putra, saat operasi penggerebekan bandar narkoba.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso sebelumnya juga mengungkapkan dua personel lain, yakni Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, sempat dinyatakan hilang dalam operasi tersebut. Keduanya kemudian ditemukan tim gabungan pencarian dan penyelamatan di aliran sungai, sehingga total tiga anggota Polri gugur dalam pengungkapan kasus narkoba di Katingan.
Baca Juga: Korban Ketiga Operasi Narkoba Katingan: Aiptu Sumaryanto Ditemukan Meninggal
Berita Terkait
-
Korban Ketiga Operasi Narkoba Katingan: Aiptu Sumaryanto Ditemukan Meninggal
-
Sempat Hilang! Bripda Nopandri Ditemukan Tewas di Sungai Katingan Usai Gerebek Bandar Narkoba
-
Kenapa Warga Bela Bandar Narkoba? Bedah Kasus Katingan yang Tewaskan Aipda Yudhi Perdana
-
Polisi Gugur dan Dua Anggota Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba, DPR Minta Pelaku Ditindak Tegas
-
Satu Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
Terkini
-
Kemlu Klarifikasi Kehadiran 'Wakil' Indonesia di Pemakaman Ali Khamenei
-
Novel Bamukmin Diisukan Jadi Komisaris PT HIN, Pendiri ACTA Pasang Badan: Apa yang Salah?
-
Prabowo Terima PM Singapura Lawrence Wong Hari Ini, 26 Kesepakatan Siap Ditandatangani
-
Iran Lantunkan Surah Al Imran Ayat 13 saat Delegasi Arab Saudi Melayat Ali Khamenei
-
Dua Aksi Demo Digelar di Jakarta Pusat, 700 Personel Gabungan Dikerahkan
-
Benarkah Bangunan yang Lebih Tinggi Dapat Memperparah Kebakaran?
-
Lebih dari 16 Ribu Lulusan SD di Tangsel Tak Kebagian SMP Negeri saat SPMB 2026
-
120 Rumah di Tamansari Tak Punya Septic Tank
-
Kelangkaan Kursi Sekolah Jadi Akar Dugaan Jual Beli Bangku di SPMB 2026
-
Raja Juli Laporkan Dugaan Amplop dari Bupati Kuansing, KPK Mulai Verifikasi