News / Internasional
Senin, 06 Juli 2026 | 11:01 WIB
Wakil Menteri Luar Negeri Walid Al-Khuraiji memberikan penghormatan terakhir di hadapan peti jenazah Imam Ali Khamenei pada Jumat (3/1/2026).
Baca 10 detik
  • Delegasi Arab Saudi menghadiri pemakaman Pemimpin Iran Ayatollah Ali Khamenei di Teheran pada Jumat, 3 Januari 2026.
  • Kehadiran utusan Saudi dianggap sebagai langkah diplomatik signifikan untuk menjaga stabilitas regional di masa transisi kekuasaan Iran.
  • Prosesi pemakaman diwarnai pembacaan ayat Al-Quran mengenai pertempuran historis yang memicu perdebatan sebagai simbol pesan politik tersirat.

Suara.com - Prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Imam Ali Khamenei, dibanjiri jutaan pelayat, baik rakyat biasa hingga utusan resmi dari negara-negara lain.

Delegasi Arab Saudi juga turut datang untuk memberikan penghormatan terakhir, meskipun negara tersebut tidak diundang oleh pemerintah Iran.

Namun, bukan hanya kehadiran fisik mereka yang memicu perdebatan, melainkan pemilihan ayat suci Al-Quran yang dilantunkan saat delegasi tersebut memberikan penghormatan terakhir.

Dikutip dari Al-Jazeera dan Tasnim News, Senin (6/7/2026), delegasi Saudi yang dipimpin oleh Wakil Menteri Luar Negeri Walid Al-Khuraiji memberikan penghormatan terakhir di hadapan peti jenazah Imam Ali Khamenei pada Jumat (3/1).

Kehadiran Walid Al-Khuraiji ini tergolong tidak terduga dan mengejutkan banyak pihak. Mengingat dinamika hubungan kedua negara yang kerap mengalami pasang surut, kehadiran utusan resmi dari Riyadh dipandang sebagai langkah diplomatik yang sangat signifikan.

Ketegangan antara kedua kekuatan besar Timur Tengah ini sebenarnya belum lama mereda. Maret lalu, Menlu Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud, sempat mendesak Iran untuk 'menghitung ulang' strateginya setelah serangan balasan berulang kali terhadap pangkalan AS di kerajaan tersebut.

Pangeran Faisal bahkan menegaskan toleransi atas serangan terhadap negara-negara Teluk sangat terbatas.

Dengan latar belakang tersebut, kehadiran Walid Al-Khuraiji di Teheran dianggap sebagai upaya menjaga stabilitas regional di tengah masa transisi kekuasaan di Iran.

Simbolisme Ayat Al Quran dan Pertempuran Badar

Baca Juga: Dino Patti Djalal Kritik RI Tak Hadir di Iran: Indonesia Takut sama Amerika?

Namun, suasana diplomatis tersebut sedikit terusik oleh sebuah detail yang kini viral di media sosial.

Pihak Iran, sebagai penyelenggara upacara, mengatur pembacaan ayat Al Quran secara spesifik saat delegasi Arab Saudi melintas untuk memberikan penghormatan.

Ayat yang dilantunkan oleh Qari Iran tersebut adalah surat Al Imran ayat 13, yang merujuk pada sejarah dua pasukan yang bertemu dalam Pertempuran Badr pada abad ketujuh.

Berikut terjemahan ayat Al Quran tersebut:

"Sungguh, telah ada tanda (bukti) bagimu pada dua golongan yang bertemu (dalam pertempuran). Satu golongan berperang di jalan Allah dan (golongan) yang lain kafir yang melihat dengan mata kepala bahwa mereka (golongan muslim) dua kali lipat jumlahnya. Allah menguatkan siapa yang Dia kehendaki dengan pertolongan-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan (mata hati)."

Pemilihan ayat ini menjadi perbincangan hangat warganet di berbagai platform media sosial.

Load More