News / Metropolitan
Kamis, 21 Mei 2026 | 17:45 WIB
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi. (tangkap layar)
Baca 10 detik
  • Kecelakaan bermula saat KRL menabrak mobil mogok di perlintasan JPL 85 Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026.
  • Kerumunan warga di rel menyebabkan KRL 5568A berhenti mendadak sebelum tertabrak KA Argo Bromo Anggrek pukul 20.52 WIB.
  • Tragedi di Stasiun Bekasi Timur tersebut mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami cedera serta perawatan.

Suara.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi membeberkan kronologi mendalam terkait kecelakaan maut yang melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur.

Dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI pada Kamis (21/5/2026), Dudy mengungkapkan bahwa insiden yang merenggut belasan nyawa tersebut dipicu oleh kejadian awal di perlintasan sebidang.

Menurutnya, bahwa rangkaian peristiwa bermula ketika sebuah mobil taksi mengalami mogok tepat di tengah rel di perlintasan sebidang JPL 85, kawasan Bekasi Timur, pada Senin (27/4/2026) malam.

"Berdasarkan kronologi awal, insiden kecelakaan bermula ketika rangkaian KRL relasi Bekasi-Cikarang tertemper mobil di perlintasan sebidang JPL 85,” ujar Dudy.

Kecelakaan pertama terjadi pada pukul 20.48 WIB, saat KA 5181B relasi Cikarang-Jakarta melintas dan menabrak taksi hijau yang mogok tersebut.

Insiden ini kemudian memancing rasa penasaran warga sekitar yang berbondong-bondong mendekati lokasi kejadian.

"Timbul kerumunan di mana warga melihat lokasi kecelakaan tersebut atau temperan tersebut,” katanya.

Adanya kerumunan warga di jalur kereta api ini berdampak langsung pada operasional kereta lain. KRL 5568A yang saat itu sedang berhenti di Stasiun Bekasi Timur pukul 20.49 WIB, sempat mencoba melanjutkan perjalanan namun terpaksa berhenti mendadak.

"Kereta tersebut sempat berangkat, namun terhenti atau berhenti karena adanya kerumunan di depan untuk melihat kejadian temperan tersebut,” jelasnya.

Baca Juga: 99,9 Persen Tiket Ekonomi PSO Kereta Api Ludes Saat Long Weekend, Eksekutif Masih Banyak Kosong

Di saat KRL 5568A terhenti karena terhalang kerumunan, KA Argo Bromo Anggrek tercatat melintasi Stasiun Bekasi pada pukul 20.51 WIB. Kereta eksekutif tersebut melaju dengan kecepatan tinggi, yakni 108 kilometer per jam, hingga akhirnya tabrakan antar-kereta tidak terhindarkan.

“Tumburan terjadi pada jam 20.52,” ungkap Dudy singkat.

Dalam laporannya, Menhub menyampaikan data terbaru mengenai jumlah korban. Kecelakaan tragis tersebut total mengakibatkan 124 korban, dengan rincian 16 orang meninggal dunia, lima orang masih dalam perawatan medis, sementara 103 orang lainnya telah dinyatakan sehat dan kembali ke rumah.

Pemerintah menegaskan saat ini masih menunggu hasil investigasi menyeluruh dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk menentukan penyebab pasti kegagalan sistem atau prosedur yang terjadi.

"Kementerian Perhubungan menghormati proses investigasi yang saat ini masih berlangsung oleh KNKT, dan mendukung pelaksanaannya secara independen, profesional, serta transparan,” terang Dudy.

Dudy memastikan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah penanganan para korban dan pemulihan jalur agar pelayanan publik kembali normal, sembari melakukan evaluasi besar-besaran.

"Berbagai langkah evaluasi, perbaikan, dan peningkatan aspek keselamatan transportasi menjadi fokus Kementerian Perhubungan dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya.

Load More