- Kecelakaan bermula saat KRL menabrak mobil mogok di perlintasan JPL 85 Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026.
- Kerumunan warga di rel menyebabkan KRL 5568A berhenti mendadak sebelum tertabrak KA Argo Bromo Anggrek pukul 20.52 WIB.
- Tragedi di Stasiun Bekasi Timur tersebut mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami cedera serta perawatan.
Suara.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi membeberkan kronologi mendalam terkait kecelakaan maut yang melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur.
Dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI pada Kamis (21/5/2026), Dudy mengungkapkan bahwa insiden yang merenggut belasan nyawa tersebut dipicu oleh kejadian awal di perlintasan sebidang.
Menurutnya, bahwa rangkaian peristiwa bermula ketika sebuah mobil taksi mengalami mogok tepat di tengah rel di perlintasan sebidang JPL 85, kawasan Bekasi Timur, pada Senin (27/4/2026) malam.
"Berdasarkan kronologi awal, insiden kecelakaan bermula ketika rangkaian KRL relasi Bekasi-Cikarang tertemper mobil di perlintasan sebidang JPL 85,” ujar Dudy.
Kecelakaan pertama terjadi pada pukul 20.48 WIB, saat KA 5181B relasi Cikarang-Jakarta melintas dan menabrak taksi hijau yang mogok tersebut.
Insiden ini kemudian memancing rasa penasaran warga sekitar yang berbondong-bondong mendekati lokasi kejadian.
"Timbul kerumunan di mana warga melihat lokasi kecelakaan tersebut atau temperan tersebut,” katanya.
Adanya kerumunan warga di jalur kereta api ini berdampak langsung pada operasional kereta lain. KRL 5568A yang saat itu sedang berhenti di Stasiun Bekasi Timur pukul 20.49 WIB, sempat mencoba melanjutkan perjalanan namun terpaksa berhenti mendadak.
"Kereta tersebut sempat berangkat, namun terhenti atau berhenti karena adanya kerumunan di depan untuk melihat kejadian temperan tersebut,” jelasnya.
Baca Juga: 99,9 Persen Tiket Ekonomi PSO Kereta Api Ludes Saat Long Weekend, Eksekutif Masih Banyak Kosong
Di saat KRL 5568A terhenti karena terhalang kerumunan, KA Argo Bromo Anggrek tercatat melintasi Stasiun Bekasi pada pukul 20.51 WIB. Kereta eksekutif tersebut melaju dengan kecepatan tinggi, yakni 108 kilometer per jam, hingga akhirnya tabrakan antar-kereta tidak terhindarkan.
“Tumburan terjadi pada jam 20.52,” ungkap Dudy singkat.
Dalam laporannya, Menhub menyampaikan data terbaru mengenai jumlah korban. Kecelakaan tragis tersebut total mengakibatkan 124 korban, dengan rincian 16 orang meninggal dunia, lima orang masih dalam perawatan medis, sementara 103 orang lainnya telah dinyatakan sehat dan kembali ke rumah.
Pemerintah menegaskan saat ini masih menunggu hasil investigasi menyeluruh dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk menentukan penyebab pasti kegagalan sistem atau prosedur yang terjadi.
"Kementerian Perhubungan menghormati proses investigasi yang saat ini masih berlangsung oleh KNKT, dan mendukung pelaksanaannya secara independen, profesional, serta transparan,” terang Dudy.
Dudy memastikan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah penanganan para korban dan pemulihan jalur agar pelayanan publik kembali normal, sembari melakukan evaluasi besar-besaran.
"Berbagai langkah evaluasi, perbaikan, dan peningkatan aspek keselamatan transportasi menjadi fokus Kementerian Perhubungan dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
Terkini
-
Di Balik Pemakaman Ali Khamenei: Simbol Agama dan Pesan Politik yang Menggema ke Dunia
-
Polda Metro Jaya Bongkar Peredaran Tembakau Sintetis, Transaksi Dilakukan Lewat Media Sosial
-
Ribuan Pelayat Ayatollah Khamenei Kibarkan Bendera Merah, Serukan Balas Dendam
-
Bukan Kurang Bagus, Cak Imin: Brand Lokal Sulit Mendunia karena Pintu Tertutup
-
Gagal Kabur! Polisi Sikat 4 Remaja Pembawa Celurit Saat Bubarkan Tawuran di Cengkareng
-
Spesifikasi Pesawat Sukhoi Su-35 Milik Iran yang Disiapkan Oleh Rusia
-
Gunung Anak Krakatau Siaga, Badan Geologi: Isu Tsunami Hoaks, Warga Banten-Lampung Harap Tenang
-
LPDP Tambah 14 Kampus Top Dunia Khusus STEM, Ada NUS Hingga UCLA!
-
Jangan Tertipu! Video Erupsi Anak Krakatau Itu Hoaks, Ini Radius Bahaya yang Sebenarnya
-
Teror Drone Granat Sasar Pengacara di Tangsel, Pelaku Beri Pesan: Ini Baru Permulaan!