News / Nasional
Jum'at, 22 Mei 2026 | 12:14 WIB
Foto sebagai ILUSTRASI: Massa dari Solidaritas Seni Untuk Palestina mengikuti aksi solidaritas bagi WNI dan Jurnalis yang diculik Israel di Jalan Asia Afrika, Bandung, Jawa Barat, Selasa (19/5/2026). [ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/YU]
Baca 10 detik
  • Ketua MUI Sudarnoto menyatakan pembebasan aktivis dan jurnalis oleh Israel bukan hasil peran dari Board of Peace.
  • Sembilan relawan WNI dibebaskan pada 21 Mei 2026 berkat diplomasi pemerintah serta desakan publik internasional secara luas.
  • Sebelum dibebaskan, para relawan mengalami kekerasan fisik dan perlakuan buruk saat ditahan militer Israel di perairan internasional.

Suara.com - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) bidang Hubungan Luar Negeri Sudarnoto menegaskan bahwa pembebasan para aktivis dan jurnalis yang sempat diculik oleh Israel Defense Forces (IDF) atau Pasukan Pertahanan Israel di laut mediterania bukan karena peran serta Board of Peace (BOP).

Sudarnoto menekankan bahwa pembebasan itu murni terjadi karena desakan publik dunia serta diplomasi setiap negara yang warganya jadi korban penculikan tersebut.

"Saya ingin tegaskan bahwa pembebasan ini tidak ada kaitannya sama sekali dengan BOP. Pembebasan ini adalah upaya bersama pemerintah melalui jalur diplomasinya dan masyarakat yang dilakukan berbagai organisasi seperti MUI, lembaga-lembaga filantropi dan bela Palestina, aktor media dan sebaiganya," ujar Sudarnoto dalam pernyataannya, Jumat (22/5/2026).

Menurutnya, peran para tokoh bangsa dan ulama juga penting dalam proses pembebasan tersebut.

Ia meyakini bahwa suara moral yang dilakukan bersama-sama dari berbagai pihak akan membuahkan hasil.

"Karena itu, kunci untuk membebaskan Palestina dan menyeret agar Iseael diberikan sanksi internasional, adalah kebersamaan dan kesungguhan," tegasnya.

Sebelumnya, sebanyak 9 WNI relawan dan jurnalis dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) diculik dan ditahan militer Israel sejak 18 Mei 2026, bersama aktivis lain dari berbagai negara.

Mereka dicegat dan ditangkap di perairan internasional saat tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) yang berlayar untuk menembus blokade Jalur Gaza.

Pada Kamis (21/5) malam waktu Indonesia baru terinformasikan bahwa seluruh tahanan dibebaskan dari penjara.

Baca Juga: Kawal Hingga Tiba di Rumah! Pesan Tegas DPR Usai 9 WNI Dibebaskan dari Penjara Israel

Mereka kemudian menjalani proses deportasi dan pemulangan keluar dari wilayah Israel melalui Bandara Ramon/Eilat menuju Istanbul, Turki.

Laporan dari tim hukum Adalah dan sumber diplomatik internasional menyebutkan bahwa para akticis dan jurnalis itu mengalami berbagai bentuk kekerasan, antara lain pemukulan, penggunaan taser dan peluru karet, penghinaan, pelecehan, hingga pemaksaan posisi menyakitkan. Beberapa korban mengalami luka serius dan harus mendapatkan perawatan medis.

Load More