News / Nasional
Rabu, 27 Mei 2026 | 13:02 WIB
Politisi PDIP, Guntur Romli. (Suara.com)
Baca 10 detik
  • Politisi Guntur Romli mengkritik Presiden Prabowo Subianto yang menggunakan dana APBN senilai Rp100 miliar untuk pengadaan sapi kurban.
  • Guntur Romli menyatakan kurban merupakan ibadah pribadi yang harus menggunakan harta sendiri, bukan dana negara atau lembaga.
  • Penyaluran 1.098 ekor sapi kurban oleh Presiden Prabowo pada Iduladha 2026 tersebut dianggap tidak memiliki landasan syariat yang kuat.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menarik perhatian publik setelah menyalurkan sebanyak 1.098 ekor sapi kurban pada Iduladha 2026.

Sebanyak 598 ekor sapi kurban didistribusikan ke 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Sementara itu, 500 ekor sisanya disalurkan ke berbagai lembaga pendidikan, pondok pesantren, lembaga sosial, hingga tokoh agama dan masyarakat.

Tak main-main, sapi yang dipilih merupakan ras unggul seperti Simmental, Limousin, Angus, hingga Belgian Blue dengan bobot jumbo mulai dari 800 kilogram hingga 1,3 ton yang dibeli dari peternak lokal.

Namun, langkah Prabowo Subianto membeli ribuan sapi kurban memicu diskusi hangat lantaran anggaran yang digunakan berasal dari APBN, bukan kantong pribadi.

Total anggaran yang dikucurkan mencapai angka fantastis, yakni sekitar Rp100 miliar melalui pos bantuan presiden untuk kemasyarakatan.

Load More