- Akbar Husein mengungkap adanya penyiksaan sistematis terhadap tahanan politik pasca peristiwa Bawaslu Mei 2019 di Jakarta.
- Para tahanan dipaksa mengaku dengan kekerasan fisik ekstrem hingga mengakibatkan cacat permanen, luka berat, dan kematian.
- Akbar menuntut keadilan bagi para korban atas tindakan represif yang terjadi selama masa penahanan tersebut.
Lebih Sadis dari Orba
Akbar menilai penanganan aktivis di era mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) jauh lebih represif dibandingkan era Orde Baru di bawah kepemimpinan mantan Presiden Soeharto.
Menurutnya, konflik politik biasanya tidak berujung pada penyiksaan yang mematikan atau penahanan yang berlarut-larut tanpa kemanusiaan.
"Ini Jokowi ini biadab banget. Era-era sebelumnya namanya politik aktivis ditangkap enggak lama lah gitu 2-3 bulan selesai. Ini kita benar-benar mau dihabisin, mau dimatiin. Orde Baru saja tidak sesadis ini," tegasnya.
Ia pun sepakat dengan label tokoh paling korup dan jahat yang sempat disematkan oleh lembaga internasional OCCRP kepada Jokowi.
Akbar menegaskan bahwa penderitaan para tahanan, mereka yang wafat, dan mereka yang cacat permanen harus dipertanggungjawabkan di muka hukum.
"Jokowi harus diadili atas penderitaan kita, kesengsaraan teman-teman yang meninggal, dan mereka yang cacat permanen," pungkasnya. (Reporter: Tsabita Aulia)
Berita Terkait
-
Akbar Husein Kenang Kerusuhan 21-22 Mei 2019 di Bawaslu: Ada Koordinasi Aktivis hingga Purnawirawan
-
Jokowi Siap 'Turun Gunung' Lagi Demi PSI, Ini Daftar Provinsi yang Akan Segera Dikunjungi
-
Jokowi Akan Keliling Indonesia, Pengamat Nilai Ada Target Politik 2029
-
Sapi Kurban Prabowo Pakai APBN, Gerindra: Sejak Era SBY dan Jokowi Sudah Begitu!
-
Rupiah Kian Loyo! Prabowo Jadi Presiden RI yang Paling Sering ke LN, Kalahkan SBY dan Jokowi
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Kepala Ditindih TV Rusak! Siswi SD Makassar Tewas di Toilet Rumah Kosong Usai Diperkosa Tetangga
-
Kata Abu Janda Usai Dipolisikan Sebut Sumbar 'Barbar': Kalau Dasarnya Sudah Benci ya Susah
-
Api Misterius di Sleman Masih Muncul, Pemilik Rumah Ngaku Sudah Sempat Didatangi Dukun
-
Akbar Husein Kenang Kerusuhan 21-22 Mei 2019 di Bawaslu: Ada Koordinasi Aktivis hingga Purnawirawan
-
Harga Minyak Langsung Ugal-ugalan Usai Amerika Serang Iran Lagi
-
Ada Larangan Baru! Jemaah Haji Indonesia Dilarang Keluar Tenda di Jam Berikut, Ini Alasannya
-
Bencana Bukan Sekadar Takdir: Bagaimana Pemuka Agama Lintas Iman Menafsir Ulang 'Dosa Ekologis'?
-
Dilaporkan ke Polisi, Abu Janda Bantah Hina Warga Sumbar
-
Rumah di Sleman 39 Kali Terbakar, Misteri Teror Api Belum Terpecahkan Meski Gegana Turun Tangan
-
Jokowi Siap 'Turun Gunung' Lagi Demi PSI, Ini Daftar Provinsi yang Akan Segera Dikunjungi