- Prabowo menginstruksikan bahasa Prancis diajarkan di sekolah Indonesia saat kunjungan di Paris, Kamis (28/5/2026).
- Petinggi PDIP, Andreas Hugo Pareira dan Djarot Saiful Hidayat, mengkritik kebijakan tersebut karena dianggap kurang memiliki kajian mendalam.
- PDIP mendesak pemerintah tetap memprioritaskan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris sebagai kurikulum wajib bagi seluruh siswa sekolah nasional.
Suara.com - Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP), Andreas Hugo Pareira dan Djarot Saiful Hidayat, memberikan catatan kritis terhadap instruksi Presiden RI Prabowo Subianto yang menginginkan bahasa Prancis diajarkan di sekolah-sekolah di Indonesia.
Keduanya menekankan bahwa kebijakan pendidikan, terutama kurikulum bahasa, tidak boleh diputuskan secara spontan melainkan harus melalui kajian yang mendalam.
Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Pareira, menyatakan bahwa penentuan bahasa asing dalam kurikulum seharusnya diserahkan pada mekanisme pendidikan yang sudah ada, bukan berdasarkan pertemuan seremonial antar-pemimpin negara.
"Jangan nanti kalau kita ketemu pemimpin dari suatu negara, terus kemudian bahasa itu menjadi kurikulum wajib. Saya kira di kurikulum kita sudah ditentukan bahasa-bahasa apa yang penting," ujar Andreas ditemui di Kawasan Mangga Dua, Jakarta, Sabtu (30/5/2026).
Meski mengakui Prancis adalah salah satu bahasa internasional yang penting, Andreas menilai statusnya cukup sebagai mata pelajaran pilihan, bukan wajib.
Ia menegaskan prioritas utama pendidikan nasional saat ini adalah penguatan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris sebagai alat komunikasi global utama.
"Kalau menjadi kurikulum wajib, saya kira kita perlu bahasa Inggris, kita perlu memperkuat bahasa Indonesia. Itu yang paling penting untuk pembinaan pendidikan bahasa," katanya menambahkan.
Senada dengan Andreas, Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat memperingatkan agar kebijakan pendidikan tidak berubah-ubah mengikuti agenda kunjungan kenegaraan Presiden.
Djarot memberikan perumpamaan agar logika kebijakan pendidikan tetap konsisten.
Baca Juga: Prabowo Wajibkan Belajar Bahasa Prancis di Sekolah, Sandhy Sondoro Ngakak
"Tidak bisa serta-merta begitu Presiden berkunjung ke Prancis, kemudian beliau berbicara akan mewajibkan pendidikan bahasa Prancis di semua tingkatan sekolah. Nanti kalau misalnya beliau ke Afrika, bahasa Afrika harus diajarkan? Kan tidak begitu," kritik Djarot.
Djarot mendesak adanya kajian komprehensif oleh kementerian terkait sebelum kebijakan ini diterapkan.
Menurutnya, pemerintah harus memetakan secara jelas mana bahasa yang bersifat wajib dan mana yang bersifat pilihan bagi siswa.
"Maka perlu kajian secara mendalam, bahasa-bahasa asing yang harus dikuasai oleh anak-anak kita itu apa? Yang wajib apa? Yang pilihan apa?" tegasnya.
Djarot mengusulkan agar bahasa Inggris tetap menjadi bahasa asing utama yang wajib dikuasai.
Sementara itu, bahasa-bahasa lain seperti Prancis, Mandarin, Jepang, hingga Spanyol, sebaiknya diposisikan sebagai pilihan yang diserahkan kepada minat siswa atau kebutuhan sekolah masing-masing.
Berita Terkait
-
Krisis Literasi Belum Selesai, Kenapa Siswa Bakal Dipaksa Belajar Bahasa Prancis?
-
Prabowo Mau Bahasa Prancis Masuk Sekolah, Kebijakan Pendidikan Ikut Selera Penguasa?
-
Prabowo Minta Bahasa Prancis di Sekolah, JPPI: Belajar Bahasa Indonesia Saja Masih Susah
-
Prabowo Wajibkan Belajar Bahasa Prancis di Sekolah, Sandhy Sondoro Ngakak
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Jokowi Bakal Keliling Indonesia, Djarot PDIP: Silakan, Bagus Kalau Sambil Tunjukkan Ijazah Asli
-
Siapa Mama Sinta? Tokoh Adat Papua Polisikan Ketua LBH Merauke Terkait Film Pesta Babi
-
Prabowo Tiba di Indonesia Usai Kunjungan dari Prancis, Gibran Menyambut
-
Ribuan Calon Jemaah Umrah Hanania Travel Gagal Berangkat, Negara Diminta Hadir Sesuai UU Terbaru!
-
Buntut Film Pesta Babi, Mama Sinta Asal Papua Polisikan Ketua LBH Merauke di Jakarta
-
Eropa Tegang! Vladimir Putin Ancam Bombardir Dua Negara NATO
-
Alarm Regresi Demokrasi, Menguatnya Kartelisasi Politik dan Ancaman Neo Otoritarianisme di Indonesia
-
Buron! Bareskrim Kejar Bos New Zone Medan, Diduga Jadi Bandar Narkoba di Kelab Malam Miliknya
-
Krisis Literasi Belum Selesai, Kenapa Siswa Bakal Dipaksa Belajar Bahasa Prancis?
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up