- Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan kewajiban pembelajaran bahasa Prancis di seluruh jenjang sekolah saat kunjungan kenegaraan ke Prancis.
- JPPI mengkritik rencana tersebut karena tidak relevan dengan kondisi krisis literasi dasar yang dialami siswa Indonesia.
- Ubaid Matraji menilai kebijakan ini mengabaikan persoalan nyata dan tidak menyentuh akar permasalahan pendidikan nasional saat ini.
Suara.com - Permintaan Presiden Prabowo Subianto agar setiap sekolah belajar bahasa Prancis dikritik keras. Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) menilai wacana itu tidak sejalan dengan kondisi riil pendidikan nasional yang masih menghadapi krisis literasi dasar.
Koordinator Nasional JPPI, Ubaid Matraji, mengatakan, jutaan anak Indonesia hingga kini masih mengalami kesulitan memahami bacaan dalam bahasa ibu maupun bahasa Indonesia.
“Jangankan fasih berbahasa Prancis atau Portugis, membaca dan memahami teks dalam bahasa ibu atau bahasa Indonesia saja jutaan anak kita masih kesulitan,” kata Ubaid kepada Suara.com, Jumat (29/5/2026).
Menurut dia, persoalan utama pendidikan Indonesia saat ini bukan penambahan bahasa asing baru, melainkan penyelamatan kualitas pembelajaran dasar.
“Kita sedang mengalami learning crisis (krisis pembelajaran) yang akut,” ujarnya.
Ubaid mengatakan hasil Programme for International Student Assessment (PISA) Indonesia selama ini menunjukkan kemampuan literasi siswa masih tertinggal.
Karena itu, ia menilai penambahan bahasa asing baru di tengah kondisi tersebut justru tidak menyentuh akar persoalan pendidikan nasional.
“Memaksakan bahasa asing baru di tengah karut-marut ini seperti memaksa orang yang sedang kelaparan untuk belajar tata krama meja makan ala Eropa,” tuturnya.
Ia pun menilai terdapat jurang besar antara wacana elite politik dengan realitas pendidikan di lapangan.
Baca Juga: Kemenlu Cuma Jadi Tukang Catat? Pakar Kritik Diplomasi 'One Man Show' Prabowo
“Ini menunjukkan adanya gap yang besar antara fantasi elite politik dengan realitas sosiologis di akar rumput,” katanya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan telah menginstruksikan agar bahasa Prancis dipelajari di semua tingkatan sekolah di Indonesia saat melakukan kunjungan ke Prancis.
Rencana itu dinilai sebagai langkah strategis untuk menghadapi perkembangan dunia di masa depan dan memperkuat hubungan bilateral.
Instruksi tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo saat melakukan kunjungan kenegaraan ke Istana Élysée di Paris, Prancis, bersama Presiden Emmanuel Macron.
Berita Terkait
-
Kemenlu Cuma Jadi Tukang Catat? Pakar Kritik Diplomasi 'One Man Show' Prabowo
-
Keluarga Korban Mei 98 Tagih Nyali Prabowo: Kami Lelah Diombang-ambing Bak Bola Pingpong
-
Prabowo Wajibkan Belajar Bahasa Prancis di Sekolah, Sandhy Sondoro Ngakak
-
Komisi X Bakal Minta Penjelasan Pemerintah Soal Kebijakan Prabowo Wajib Bahasa Prancis di Sekolah
-
Sapi Kurban Presiden Prabowo: Berisik di Elite Tapi Justru Untungkan Alit
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
Indonesia Gabung Kampanye Global 50-in-5: Masa Depan Digital Masyarakat Lebih Terhubung & Inklusif
-
Reformasi 98 Disebut Gagal, Penjahat Masa Lalu Kini Jadi Pahlawan
-
Jalan di Lenteng Agung Amblas 3 Meter, Perbaikan Butuh 2-3 Hari
-
Tercatat Jadi Penasihat Little Aresha Daycare, Dosen UGM Ngaku Tak Tahu Struktur Organisasi
-
Dolar Menggila dan Harga Pangan Naik, Pengelola Dapur Khawatir Gizi MBG Tak Optimal
-
Geger! Pria Ditemukan Tewas Tergantung di Danau Sunter, Videonya Viral di Medsos
-
Solusi Anti-Macet ke Java Jazz 2026, Transjakarta PIK2-Blok M Beroperasi Hingga Tengah Malam
-
Menggemakan Syiar Transisi Energi dari Mimbar Rumah Ibadah
-
Reformasi 98 Sudah Mati, Okky Madasari Soroti Kembalinya Militerisme
-
BRI Bersama Syailendra Capital Hadirkan Reksa Dana Syariah di BRImo, Return 4,99% - 7,58%