- Dino Patti Djalal menyarankan Presiden Prabowo mengurangi lawatan luar negeri untuk menghemat anggaran negara yang mencapai puluhan miliar rupiah.
- Presiden disarankan mengadopsi gaya pemimpin Tiongkok dan Meksiko dengan lebih banyak menerima tamu negara di tanah air.
- Dino menganjurkan penggunaan teknologi komunikasi seperti panggilan video sebagai alternatif efisien menggantikan kunjungan kerja yang bersifat seremonial.
Suara.com - Founder and Chairman of Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal menyarankan Presiden Prabowo Subianto meniru gaya Presiden Tiongkok hingga Presiden Meksiko dalam berkomunikasi dengan pemimpin negara lain.
Gaya Presiden Xi Jinping dan Presiden Claudia Sheinbaum patut ditiru lantaran bisa menghemar anggaran perjalanan dinas luar negeri.
Saran tersebut disampaikan Dino dalam video di akun Instagram pribadi miliknya. Dino mengritik lawatan Prabowo yang dinilai terlalu sering dan bisa menghabiskan biaya puluhan hingga ratusan miliar.
Dino menganjurkan untuk satu tahun ke depan Prabowo lebih banyak menerima tamu negara di tanah air ketimbang melakukan perjalanan ke luar negeri.
"Inilah yang dilakukan Presiden Tiongkok Xi Jinping yang jauh lebih banyak menerima tamu negara di Beijing ketimbang bepergian ke luar negeri," kata Dino, dikutip Minggu (31/5/2026).
Mantan wakil menteri luar negeri ini juga memberikan saran kepada Prabowo untuk lebih mengandalkan video call atau Zoom call atau telepon, ketimbang harus melakukan lawatan.
Berdasarkan pengalamannya sebagai diplomat, Dino mengatakan bahwa suatu kunjungan bilateral biasanya hanya berpusat pada satu pembicaraan yang berlangsung selama satu jam atau paling lama dua jam. Selebihnya basa-basi, jamuan, dan seremonial yang biasanya tidak perlu.
"Jadi dengan satu video call yang bernilai Rp 0, negara praktis dapat menghemat ratusan miliar dari perjalanan ke luar negeri dan hasilnya dari segi substansi juga kurang lebih sama," kata Dino.
Dino berpandangan aksi penghematan melalui Zoom call dapat menjawab persepsi sebagian masyarakat yang menganggap perjalanan Prabowo ke luar negeri cenderung boros dan bersifat jalan-jalan.
Baca Juga: Prabowo Diminta Jangan Boros dan Contoh Presiden Meksiko: 17 Kali Telpon Trump, Tak Pakai Ketemuan
Dino memberikan contoh langkah telepon ketimbang melakukan kunjungan yang dilakukan Presiden Meksiko Sheinbaum dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Sheinbaum sudah 17 kali menelepon Trump dan belum sekalipun melakukan pertemuan bilateral dengan Trump. Padahal AS adalah mitra perdagangan terbesar bagi Meksiko.
"Dan dalam suatu kunjungan kerja ke Spanyol, Presiden Sheinbaum bahkan terbang menggunakan pesawat komersial kelas ekonomi untuk memberikan teladan kepada rakyatnya bahwa penghematan yang diserukannya pada seluruh pemerintahannya juga berlaku bagi Presiden di tingkat tertinggi," kata Dino.
Sebelumnya Dino menghimbau Prabowo untuk secara signifikan mengurangi perjalanan ke luar negeri dan tidak menganggap remeh jeritan publik mengenai hal tersebut.
Imbauan itu disampaikan Dino melalui video yang ia unggah di akun Instagram pribadi. Sebagai sahabat lama Prabowo, serta mewakili komunitas hubungan internasional dan banyak rakyat Indonesia, Dino merasa perlu menyampaikan pernyataan tersebut.
"Bapak Presiden telah menganugerahkan Bintang Mahaputera kepada saya, yang berarti Bapak mempercayai kredibilitas dan pandangan saya mengenai politik luar negeri. Karena itu saya juga merasa memiliki tanggung jawab moril untuk menyampaikan pesan apa adanya," kata Dino.
Berita Terkait
-
Prabowo Diminta Jangan Boros dan Contoh Presiden Meksiko: 17 Kali Telpon Trump, Tak Pakai Ketemuan
-
3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo
-
Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
-
Rupiah Nyaris Rp18.000: Pasar Butuh Kebijakan, Bukan Teatrikal Senyuman
-
Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
Terkini
-
Ironi Listrik Indonesia: Energi Dikeruk dari Daerah, Tapi Cuma Jawa yang Terang Benderang
-
Bahlil Lahadalia Digugat ke PTUN, Kebijakan Listrik Nasional Dinilai Ugal-ugalan dan Abaikan Daerah
-
Prabowo Diminta Jangan Boros dan Contoh Presiden Meksiko: 17 Kali Telpon Trump, Tak Pakai Ketemuan
-
Predator di Balik Tembok Pesantren: Mengapa Kasus Kekerasan Seksual Sulit Diungkap?
-
Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila
-
3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo
-
Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa
-
Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya
-
Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
-
Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif