News / Nasional
Minggu, 31 Mei 2026 | 11:37 WIB
Presiden Prabowo Subianto tiba di Bandara Orly, Paris, Republik Prancis. (Laily Rachev - Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)
Baca 10 detik
  • Dino Patti Djalal menyarankan Presiden Prabowo mengurangi lawatan luar negeri untuk menghemat anggaran negara yang mencapai puluhan miliar rupiah.
  • Presiden disarankan mengadopsi gaya pemimpin Tiongkok dan Meksiko dengan lebih banyak menerima tamu negara di tanah air.
  • Dino menganjurkan penggunaan teknologi komunikasi seperti panggilan video sebagai alternatif efisien menggantikan kunjungan kerja yang bersifat seremonial.

Dino mengatakan dalam perhitungannya, dari seluruh pemimpin dunia, Prabowo telah menjadi kepala negara yang paling sering melakukan perjalanan ke luar negeri.

"Semenjak menjabat menjadi Presiden, satu dari enam hari dihabiskan beliau di luar negeri. Dan tidak heran kalau ada yang beranggapan bahwa ini tidak lazim dan di luar batas kewajaran. Dan sangat tidak mungkin dalam 18 bulan ke depan Presiden Prabowo terus melakukan kunjungan internasional dalam frekuensi yang sama tinggi," tutur Dino.

Dino mengingatkan bahwa kunjungan kepala negara ke luar negeri memakan biaya yang besar dan bahkan sangat besar.

Biaya-biaya tersebut mencakup biaya rombongan tim pendahulu, biaya pesawat, biaya hotel, biaya logistik, biaya konsumsi, biaya protokoler dan pengamanan, biaya uang harian untuk seluruh delegasi dan perangkat pendamping, dan berbagai biaya lainnya.

"Satu perjalanan ke luar negeri bisa keluar puluhan bahkan ratusan miliar," kata Dino.

Load More