- Tim peneliti UGM dan BPPTKG menginvestigasi kebakaran misterius di Padukuhan Mriyan, Sleman, melalui pengambilan sampel material di lokasi.
- Penelitian difokuskan pada analisis laboratorium terkait peningkatan konsentrasi gas serta kondisi air di sekitar area pemukiman warga.
- Para ahli kini menunggu hasil uji laboratorium untuk menentukan penyebab ilmiah dari rangkaian peristiwa kebakaran yang terjadi.
Suara.com - Upaya mengungkap penyebab kebakaran misterius yang berulang kali terjadi di rumah warga Padukuhan Mriyan X, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sleman, DIY memasuki tahap analisis laboratorium.
Sejumlah peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Badan Geologi melalui Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) telah mengumpulkan berbagai sampel dari lokasi kejadian untuk diteliti lebih lanjut.
Saat berada di lokasi, tim dari UGM bahkan menyaksikan langsung kemunculan api pada sebuah kaos yang tergantung di dalam ruangan sehingga menambah data lapangan untuk dianalisis.
"Ini kami tadi barusan menyaksikan live terjadinya kebakaran setelah," kata Koordinator Tim Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) Fakultas Teknik UGM, Alva Edy Tontowi, saat ditemui di lokasi, Senin (1/6/2026).
Menurut Alva, seluruh data dan sampel yang diperoleh dari lapangan akan dibawa ke laboratorium untuk diuji secara ilmiah.
Ia menegaskan tim tidak ingin terburu-buru menarik kesimpulan sebelum hasil pengujian laboratorium keluar dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.
"Data-data hari ini yang kami ambil itu rencana nanti akan kami masukkan ke lab, kemudian dianalisis secara ilmiah," ujarnya.
Ia menjelaskan analisis laboratorium akan difokuskan pada sejumlah temuan awal, termasuk adanya peningkatan konsentrasi gas tertentu di ruangan yang beberapa kali menjadi lokasi munculnya api.
Salah satu hal yang akan diteliti lebih lanjut adalah penyebab kenaikan kadar gas yang terdeteksi saat pengukuran lapangan.
Baca Juga: Teror Api di Rumah Warga Sleman Belum Usai, Kebakaran Terjadi 73 Kali di 65 Titik
Sementara itu, Guru Besar Teknik Kimia Fakultas Teknik UGM yang juga masuk dalam tim peneliti, Sarto, menuturkan tim turut mengambil sampel air dari sejumlah titik yang dianggap berpotensi berkaitan dengan fenomena tersebut.
Sampel berasal dari kolam limbah, area sungai, sumur, hingga kamar mandi di sekitar lokasi kejadian.
"Kami mengambil sampel beberapa air dari beberapa sumber. Dari kolam limbah ada dua tempat, kemudian di rawa tanda petik itu, kemudian di sumur dan di kamar mandi," ujarnya.
Selain sampel air, tim peneliti juga mengumpulkan sampel gas dan material yang telah mengalami kebakaran. Sampel tersebut diharapkan dapat membantu mengidentifikasi jenis gas yang terlibat serta mekanisme yang menyebabkan benda-benda di dalam rumah terbakar secara berulang.
"Ya kalau kami masih sudah mengambil sampel-sampel gas, ya sampel dari benda-benda yang sudah terbakar," kata peneliti lainnya, Deendarlianto.
Sementara itu Peneliti dari BPPTKG, Aris Dwi Nugroho, menambahkan pihaknya juga melakukan pengambilan sampel gas dan air untuk mendukung investigasi.
Berita Terkait
-
Teror Api di Rumah Warga Sleman Belum Usai, Kebakaran Terjadi 73 Kali di 65 Titik
-
Warga Teriak Minta Tolong! 9 Nyawa Lolos dari Maut saat Rumah Dinas TPU Kebon Nanas Terbakar
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Iran Bantah Donald Trump: Tidak Ada Mata-mata Amerika Serikat Dibebaskan dari Penjara
-
Perang di Selat Hormuz Makin Menggila, Ledakan Beruntun Guncang Kota Besar Iran
-
Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU