- Anggota DPR RI Irma Suryani mengkritik rencana Badan Gizi Nasional memperluas Program Makan Bergizi Gratis ke Jeddah, Arab Saudi.
- Pemerintah diminta memprioritaskan penyelesaian cakupan program bagi anak sekolah di dalam negeri sebelum merambah ke luar negeri.
- Asosiasi pengusaha menilai ekspansi ke luar negeri prematur karena pelaksanaan program di Indonesia masih menghadapi berbagai kendala operasional.
Suara.com - Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago, memberikan catatan kritis terkait rencana Badan Gizi Nasional yang akan memperluas cakupan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga ke siswa Indonesia di Jeddah, Arab Saudi.
Irma meminta pemerintah untuk tetap fokus menyelesaikan pekerjaan rumah di dalam negeri sebelum merambah ke luar negeri.
Menurutnya, saat ini prioritas utama seharusnya diberikan kepada anak-anak sekolah di tanah air yang masih banyak belum tersentuh oleh program tersebut.
"Menurut hemat saya, kita urus dulu yang di dalam negeri. Masih banyak anak sekolah di dalam negeri yang belum mendapatkan jatah MBG," ujar Irma kepada wartawan, Selasa (2/6/2026).
Politisi Partai NasDem ini menekankan bahwa pemerintah perlu membuktikan terlebih dahulu efektivitas program MBG di tingkat nasional.
Fokus utama harus diarahkan pada peningkatan imunitas, kenaikan tingkat IQ anak, serta penurunan angka stunting melalui distribusi gizi yang tepat di setiap Satuan Pelayanan Makan Bergizi (SPPG).
"Fokus dulu lah urus yang di dalam negeri agar fungsi MBG dapat dibuktikan betul-betul meningkatkan imunitas dan IQ anak, juga menurunkan tingkat kelahiran anak stunting dengan fokus pada nilai gizi yang didistribusikan di setiap SPPG," tegasnya.
Terkait alasan hak bagi anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau BMI di luar negeri, Irma tidak menampik bahwa mereka juga memiliki hak yang sama.
Namun, ia mengingatkan pemerintah untuk mempertimbangkan kemampuan fiskal negara serta tantangan dalam hal pengawasan.
Baca Juga: Jangan ke Arab Dulu! Asosiasi: Ribuan Dapur MBG Lokal Disuspensi, Daerah 3T Belum Terurus
"Jika bicara hak, maka anak-anak BMI di seluruh dunia juga berhak mendapatkan program yang sama. Namun, lihat juga kemampuan fiskal negara untuk bisa melaksanakan itu, belum lagi nanti kontrolnya di tiap negara yang minta juga," kata dia.
Lebih lanjut, Irma juga menyentil skala prioritas jika pemerintah memang berniat melakukan ekspansi ke luar negeri.
Menurutnya, kondisi anak-anak pekerja migran di Malaysia jauh lebih mendesak untuk diperhatikan ketimbang di Arab Saudi.
"Nggak usah jauh-jauh ke Saudi, anak-anak BMI di Malaysia jauh lebih banyak dan butuh perhatian," pungkasnya.
Sebelumnya, rencana pemerintah memperluas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga ke Arab Saudi menuai catatan kritis dari Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI).
Asosiasi menilai pemerintah sebaiknya lebih dulu menuntaskan berbagai persoalan pelaksanaan MBG di dalam negeri sebelum membawa program unggulan tersebut ke luar negeri.
Berita Terkait
-
Prabowo Lahap Nikmati MBG Bareng Siswa SMP, Tanya Cita-cita hingga Nyanyi Bersama
-
Rupiah Terus Melemah: Pengusaha MBG Protes, Harga Sabun hingga Popok Naik
-
Mantan Gelandang Liverpool Georginio Wijnaldum Tinggalkan Al-Ettifaq
-
Jangan ke Arab Dulu! Asosiasi: Ribuan Dapur MBG Lokal Disuspensi, Daerah 3T Belum Terurus
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Digaji Rakyat tapi Maling, Birokrat dan BUMN Nakal Siap-siap Kena Sikat
-
Rumah Sentul Jadi Materi Pemeriksaan, Febrie Klaim Sudah Dihibahkan ke Anaknya
-
Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan
-
Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri
-
Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain
-
Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam
-
Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU
-
Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?
-
Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah
-
Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi